Reporter: Ganda TB
3 Jam lalu, Dibaca : 30 kali
CIMAHI, Medikomonline – Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah berupaya mengatasi sampah agar dapat dikelola sejak dari sumbernya, sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Produksi sampah Kota Cimahi dikatakan Ngatiyana setiap
harinya mencapai 250 ton. Hingga kini belum seluruhnya dapat terselesaikan
dengan baik sejak dari sumbernya termasuk dari rumah tangga warga Cimahi.
“Kota Cimahi
peduli pengelolaan sampah dengan dipilah sejak dari rumah. Ke depan kita zero
to TPA, artinya sampah tidak perlu dibuang, tetapi diolah sejak dari sumbernya
masing-masing,” kata Ngatiyana di sela-sela memperingati Hari Peduli Sampah
Nasional, Sabtu (21/2/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kampung Adat Cireundeu
itu, Wali Kota mengajak seluruh pihak peduli akan pengelolaan sampah agar tidak
terjadi tumpukan.
Bahkan dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kembali akan
tragedi sampah Leuwigajah yang terjadi pada Februari 2005 silam. Dalam
peristiwa tersebut, sebanyak 157 warga ditemukan tertimbun dan meninggal dunia.
“Bila tidak dikelola dengan baik, maka sampah juga bisa
berdampak pada munculnya korban jiwa yang pada 2005 banyak korban di Cireundeu
atau lokasi penimbunan sampah,” ujarnya.
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional juga dihadiri
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular pada Kementerian
Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Agus Rusly.
Kepada awak media, Agus medorong masyarakat dan berbagai
pihak untuk mau engelola sampah sejak dari sumbernya, terutama sampah organik
yang menurutnya bisa diolah menjadi lebih bermanfaat seperti pupuk kompos,
pupuk organik cair, hingga maggotisasi.
Dengan demikian, setidaknya 50 persen dari total sampah
dapat dimanfaatkan kembali. Sementara sisanya dapat dikelola melalui ekosistem
yang tersedia seperti bank sampah TPS 3R, dan sejenisnya.
“Semua
Kota/Kabupaten baru bisa mengelola sekira 25 persen. Sehngga program kita
bagaimana optimalisasi fasilitas yang ada, mengaktifkan fasilitas yang tidak
jalan, dan membangun fasilitas yang belum ada di banyak kota/kabupaten, hingga
RW,” jelas Agus.
Kegiatan tersebut menurutnya merupakan upaya meyakinkan
keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang
dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, seinga pada 2029 seluruh sampah dapat
terkelola.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back