edie ns /Tim
2 Hari lalu, Dibaca : 65 kali
MAJALENGKA, Medikomonline.com – Petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani di Majalengka pada pada tahun 2025 lalu telah menerima bantuan pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di persawahan mereka yang dananya bersuber dari APBD pemerintah daerah Kabupaten Majalengka.
Tapi Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang telah dibangun
dipersawahan mereka tersebut, tidak bertahan lama, belum 1 tahun bangunan
tersebut sudah amburadul, ambrol, bocor dan tak bisa dimanfaatkan lagi. Diduga
rusaknya bangunan Jaringan Irigasi yang diterima petani tersebut karena
buruknya pekerjaan.
Hasil pemantauan Medikom dilapangan banyak pekerjaan
yang amburadul, sudah rusak padahal umurnya belum satu tahun. Dan hal tersebut
yang dipertanyakan Medikom dan Medikomonline
kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka
melalui Surat Konfirmasi Tertulis tertanggal 8 Mei 2024 lalu, namun sampai
berita ini dirilis belum ada tanggapan.
Bersamaan Surat konfirmasi tersebut
juga disertai foto-foto lapangan yang merupakan temuan lapangan pada pekerjaan Rehabilitasi
Jaringan Irigasi yang telah dibangun dipersawahan masyarakat yang kini telah
rusak dan tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani yang
sawahnya disekitar pekerjaan Irigasi tersebut
Seperti pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Nagrog Desa Tonjong Kecamatan Majalengka. Bangunan ini diperkirakan belum berumur
satu tahun, tapi kondsinya sudah amburadul, bangunan runtuh dan sisanya sudah
retak-retak, sehingga tidak bisa digunakan lagi secara maksimal oleh petani.
Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Nagrog Desa
Tonjong tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan
Tata Ruang Kabupaten Majalengka pengerjaannya diberikan kepada perusahaan
pelaksana dengan sistem Pengadaan Langsung sekitar bulan September 2025 lalu
dengan Pagu Anggaran Rp 200.000.000,00 Dana bersumber dari Pajak Rokok Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun 2025
Rehabilitasi
Jaringan Irigasi Citimur Desa Pasanggrahan Kec. Maja Rp200.000.000,00 dari Pajak
Rokok TA 2025.
Pada pekerjaan Rehabilitasi Jaringan
Irigasi ini tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyrakat, karena lantai
sudah pada bocor dan bangunan tidak sampai hilir, Lebih parah lagi pada
bangunan TPT sudah banyak yang bolong akibat pembangunannya diduga
asal-asasalan.
Diduga
masih banyak pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang dikerjakan pada tahun
2025 tersebut yang kondisinya sudah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan secara
maksimal oleh para petani yang sawahnya disekitar Jaringan Irigasi tersebut.
Berdasarkan
data yang ada di Redaksi, ada sebanyak 72 Pekerjaan Rehabilitasi
Jaringan Irigasi yang telah dikerjakan dengan sistem Pengadaan Langsung dengan
pagu rata-rata Rp200.000.000,00 yang tersebar diseluruh Kabupaten Majalengka
(Tim)
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back