Loading

MUSREMBANG RKPD TAHUN 2026 TINGKAT KOTA SUKABUMI MENENTUKAN ARAH PEMBANGUNAN


Reporter: Soni Johari
22 Jam lalu, Dibaca : 43 kali


H. Ayep Zaki

SUKABUMI, MedikomonlineMusrembang RKPD tahun 2026 tingkat Kota Sukabumi digelar di Gedung Juang 45 Islam Jalan Veteran Kota Sukabumi, Rabu 8 April 2026. Hadir pada acara tersebut, Wali Kota Sukabumi, Wakil Walikota Sukabumi, Sekda, perangkat daerah, BUMD, para Camat, Lurah undangan lainnya.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menilai adanya keselarasan kuat antara pandangan DPRD dan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.

Ia menegaskan, kehadirannya secara langsung di seluruh tahapan Musrenbang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, menjadi upaya memastikan proses perencanaan berjalan serius dan tidak sekadar formalitas.

“Dalam awal sampai tingkat kota saya ikuti langsung, agar program yang dirancang benar-benar bisa dijalankan dan berlanjut hingga 2028,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ayep menyebutkan, fokus pembangunan ke depan diarahkan pada sektor krusial, yakni infrastruktur, penanganan kemiskinan, stunting, serta pengurangan pengangguran. Selain itu, pengembangan kawasan ekonomi baru juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan daerah.

“Kita dorong kawasan ekonomi baru agar ada penguatan di sektor riil. Tantangan ke depan bisa kita jawab jika dukungan anggaran, termasuk TKD, berjalan lancar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, menegaskan bahwa Musrenbang tingkat kota merupakan momentum penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang terukur dan tepat sasaran.

“Ini adalah tahapan akhir dari seluruh proses yang dimulai dari masyarakat. Semua usulan sudah dihimpun dan diformulasikan menjadi arah kebijakan,” jelasnya.

Ia menuturkan, program yang disusun tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi harus mampu mendorong capaian indikator makro daerah secara signifikan.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi meningkat, kemiskinan menurun, ketimpangan terkendali, dan stunting tertangani. Program harus jelas dampaknya,” ungkapnya.

Hasan juga menekankan pentingnya menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Prinsipnya katara, karasa, karampa, dan katarima. Jadi hasil pembangunan itu terlihat, terasa, menyentuh langsung, dan diterima masyarakat,” katanya.

Menurutnya, sektor infrastruktur menjadi salah satu kunci utama dalam menggerakkan ekonomi, karena mampu menciptakan efek berganda terhadap aktivitas masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tapi juga membuka lapangan kerja dan memicu perputaran ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai persoalan sosial telah dipetakan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga intervensi program dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan efektif.

“Dengan data yang akurat, kita bisa memastikan kebijakan benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” imbuhnya.

Di tengah perkembangan informasi yang begitu cepat, Hasan juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses perencanaan.

“Kita ingin masyarakat memahami dan ikut mengawal, sehingga program pemerintah mendapat kepercayaan dan dukungan luas,” pungkasnya. (Soni Johari)


Tag : No Tag

Berita Terkait