Loading

Terancam Gagal Panen, Ribuan Hektar Tanaman Padi di Indramayu Kekeringan


Penulis : Yonif - Editor : Yonif
1 Hari lalu, Dibaca : 42 kali


Kondisi lahan sawah yang kekeringan di wilayah barat Indramayu (Yonif-Medikom)

Terancam Gagal Panen, Ribuan Hektar Tanaman Padi di Indramayu Kekeringan 

Kamis, 23 Juli 2026 | Pukul: 11:45 WIB

INDRAMAYU, MEDIKOMONLINE.COM – Dampak kekeringan yang melanda sebagian wilayah di kabupaten Indramayu, berpotensi terhadap puluhan hektar tanaman padi terancam gagal panen (puso).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sekitar 10.673 hektar areal tanaman padi di Kabupaten Indramayu terancam puso.

“Petani banyak yang khawatir. Jika pasokan air tidak segera digelontorkan ke sawah-sawah mereka, ancaman gagal panen tinggal menunggu waktu,” tutur Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, Rabu (22/7/2026).

Jika sampai terjadi puso, maka produksi beras di Kabupaten Indramayu pun akan berkurang.

Ada pun tanaman padi yang terancam puso tersebar di enam kecamatan, masing-masing Kecamatan Sukra seluas 2500 hektar dari luas areal sawah 3.445 hektar, Kecamatan Patrol seluas 2.100 hektar dari total 3.175 hektar sawah.

Ada pula Kecamatan Anjatan seluas 2.000 hektar yang mengalami kekeringan dari total luas lahan 6.150 hektar, Kecamatan Bongas yang luas lahan kekeringan mencapai 500 hektar dari total luas lahan 5 ribu hektar.

Selanjutnya Kecamatan Gabuswetan ada 1.573 lahan yang terdampak kekeringan dari total 6.740 hektar dan terakhir di Kecamatan Kandanghaur yang luas lahan terdampak kekeringan mencapai 2 ribu hektar dari total luas lahan 5.400 hektar.

“Umur tanaman padi di wilayah yang terdampak kekeringan berkisar 7 hingga 25 hari,” tutur Sutatang.

Di salah satu areal persawahan yang mengalami kekeringan di Desa Pranti, Kecamatan Kandanghaur, tanah di areal persawahan terlihat sudah retak-retak dan mengering akibat lama tak mendapat pasokan air. Namun tanaman padi yang tumbuh diatasnya, masih terlihat berwarna hijau sehingga ada potensi untuk bisa diselamatkan.

Ditambahkan Sutatang, areal tanaman padi yang terdampak kekeringan berada di Indramayu barat yang pasokan airnya berasal dari Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta dengan titik baginya di Bendung Salamdarma.

“KTNA Kabupaten Indramayu bersama dengan pengurus KTNA dari enam kecamatan sudah mengajukan permohonan audensi dengan pihak Unit Pelayanan Irigasi untuk dilakukan penggelontoran air untuk menyelamatkan tanaman padi,” tutur Sutatang.*** (Hyf)

Editor : Yonif 




Tag : No Tag

Berita Terkait