Reporter: Ganda TB
1 Jam lalu, Dibaca : 22 kali
CIMAHI, Medikomonline – Pemerintah Kota Cimahi menyelenggarakan malam ramah tamah bersama jajaran anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Senin (17/8/2026) malam.
Acara
ini digelar sebagai bentuk apresiasi usai para pemuda terbaik tersebut sukses
mengibarkan dan menurunkan bendera Sang Saka Merah Putih dalam peringatan Hari
Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bertempat
di Gedung Cimahi Techno Park, Jalan Raya Baros No. 78, Kelurahan Utama,
Kecamatan Cimahi Selatan, kegiatan resmi dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Acara
diawali dengan prosesi yang berlangsung penuh khidmat, yakni penyerahan dan
pengembalian kembali bendera Sang Saka Merah Putih.
Selepas
prosesi tersebut, suasana berubah menjadi lebih hangat, akrab, sekaligus haru
mengingat beratnya perjuangan para Paskibraka hingga titik akhir penugasan.
Sejumlah
pejabat penting tampak hadir mendampingi, di antaranya Wakil Wali Kota Cimahi
Adhitia Yudisthira, Sekda Kota Cimahi Maria Fitriana, Asisten I Hendra Gunawan,
Asisten II Achmad Nuryana, Asisten III Mochamad Ronny, Para Kepala OPD, Para
Orang Tua anggota Paskibraka, dan para tamu undangan lainnya.
Wakil
Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira memberikan apresiasi setinggi-tingginya
atas kedisiplinan, ketangguhan, serta jiwa patriotisme para anggota Paskibraka
sepanjang masa gemblengan hingga hari puncak upacara kenegaraan.
“Pada
hari ini saya bangga dan terharu. Ternyata Kota Cimahi tidak kekurangan anak
muda patriotik,” tutur Adhitia di hadapan peserta Paskibraka dan para tamu
undangan.
Ia
menyadari bahwa perjuangan yang dilewati tidaklah mudah. Sejak proses seleksi
pada Juni 2026, para Paskibraka harus melalui berbagai tahapan tes, pemusatan
latihan, hingga tinggal di asrama.
“Kalau
berbicara cape, tentu cape. Adik-adik semua pasti cape. Digembleng melalui tes
sejak bulan Juni, tidur di asrama, lalu dilatih oleh para pelatih,” ucapnya.
Kendati
demikian, Adhitia menekankan bahwa rasa lelah itu belum sebanding dengan
pengorbanan para pahlawan saat merebut kemerdekaan. Oleh sebab itu, tugas
Paskibraka tidak boleh dipandang sebatas rutinitas seremonial tahunan untuk
menaikkan dan menurunkan bendera semata.
Ia
mengajak semua pihak untuk merenungkan makna terdalam di balik tradisi tahunan
ini.
“Yang
paling penting adalah untuk apa setiap tahun ada pasukan pengibar bendera. Ini
yang perlu kita renungkan bersama,” ujar Adhitia menegaskan.
Menurutnya,
potensi bonus demografi yang dimiliki Kota Cimahi dengan melimpahnya jumlah
penduduk usia muda harus dikelola secara matang melalui pendidikan kepemimpinan
dan nasionalisme agar generasi muda tidak kehilangan arah.
“Cimahi
mendapatkan bonus demografi dibanding kota-kota lainnya di Indonesia. Anak
mudanya banyak, mulai dari yang masuk kategori angkatan kerja maupun yang masih
pemula seperti adik-adik sekalian,” jelasnya.
Adhitia
menegaskan bahwa keberhasilan Paskibraka bersandar pada dua pondasi utama,
yakni character building (pembentukan karakter) dan kaderisasi
kepemimpinan
Pembinaan
Paskibraka terbukti mampu merubah pemuda yang tadinya santai menjadi sosok yang
sigap, bertanggung jawab, dan berorientasi jelas.
“Kalau
anak muda Kota Cimahi ingin berkontribusi positif dan kota ini ingin maju, maka
kuncinya adalah character building dan kaderisasi kepemimpinan,” tegasnya.
Ia
pun meyakini bahwa proses kaderisasi ini akan melahirkan calon-calon pemimpin
bangsa di masa depan.
“Saya
yakin adik-adik yang menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan Republik
Indonesia ini suatu saat nanti pasti akan menjadi pemimpin di negeri ini,” kata
Adhitia, yang serentak diamini oleh seluruh hadirin.
Dalam
kesempatan yang sama, Adhitia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas nama
Pemerintah dan warga Kota Cimahi kepada para orang tua yang telah merestui
anak-anak mereka menempuh proses pembinaan yang panjang.
“Terima
kasih karena sudah merelakan, mengikhlaskan dan meridai anak-anaknya untuk
digembleng, memiliki karakter yang lebih baik dan memiliki jiwa kepemimpinan,”
ungkapnya.
Rasa
hormat juga ditujukan kepada tim pelatih atas komitmen dan kesabarannya
mendidik para anggota Paskibraka, terlebih di tengah situasi penyesuaian
efisiensi anggaran daerah.
“Artinya
apa? Kembali lagi, pelatihnya ikhlas,” ujar Adhitia mengapresiasi pengabdian
para pelatih.
Tidak
ketinggalan, dukungan fasilitas dari instansi militer setempat seperti Pusdik
Komlek dan Batalyon Zipur III turut mendapat apresiasi tinggi.
Adhitia
menilai keberadaan fasilitas militer di wilayah Cimahi memberikan nilai tambah
tersendiri bagi pembinaan kepemudaan.
“Ini
sebuah keberuntungan bagi kita, keluarga Kota Cimahi, yang tinggal beririsan
bersama keluarga besar TNI,” pungkasnya.
Melalui
momentum malam ramah tamah ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap nilai-nilai
integritas, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan yang telah didapat tidak
berhenti saat upacara usai, melainkan terus diterapkan para Paskibraka dalam
kehidupan sehari-hari sebagai modal menjadi pemimpin masa depan.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back