Loading

Klarifikasi Kepala Sekolah SMP PGRI Malangbong: Tuduhan Alergi Media Adalah Miskomunikasi Belaka


Penulis: A. Rohman
4 Jam lalu, Dibaca : 37 kali


Rosmania, Kepala Sekolah SMP PGRI Malangbong saat Saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang kerjanya.

GARUT, Medikomonline.com — Terkait pemberitaan yang menyebutkan Kepala Sekolah SMP PGRI Malangbong sulit dikonfirmasi dan diduga "alergi" terhadap awak media, Kepala Sekolah melalui pernyataan resminya menyampaikan bahwa hal itu semata-mata terjadi karena kesalahpahaman dan miskomunikasi, bukan karena sikap menghindar atau menolak memberikan keterangan, Senin, 03 Agustus 2026.

Rosmania, Kepala Sekolah SMP PGRI Malangbong menjelaskan, pada saat awak media berusaha melakukan konfirmasi, pihaknya memang sedang sangat sibuk menangani penerimaan peserta didik baru serta persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kondisi ini membuat respons terhadap pesan dan panggilan menjadi tidak secepat yang diharapkan.

"Selain kesibukan yang padat, terdapat hal lain yang ikut memperlambat keterbukaan informasi saat itu. Ketua P2SP yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan pekerjaan revitalisasi mengalami musibah kecelakaan sepeda motor saat dalam perjalanan pulang dari lokasi proyek setelah melakukan pengawasan. Diduga karena kelelahan, beliau jatuh dan saat itu belum dapat sepenuhnya berkoordinasi secara maksimal," ungkap Kepala Sekolah.

Berdasarkan keterangan tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa sama sekali tidak ada niat untuk menghindar atau menutup diri dari awak media. Pernyataan yang hanya berisi ucapan salam dan alasan pesan tertumpuk pun bukan merupakan bentuk penolakan, melainkan keterbatasan waktu dan kondisi saat itu.

"Kami menyadari hal ini menimbulkan penafsiran yang keliru. Oleh karena itu, atas nama sekolah dan seluruh pengurus pelaksana revitalisasi, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan awak media. Apabila ada sikap atau ucapan yang kurang berkenan dan menimbulkan kesan tertutup, itu murni karena miskomunikasi dan kondisi yang sedang berlangsung, tanpa ada unsur kesengajaan sedikit pun," tambahnya.

Pihak sekolah juga menyatakan kesiapan sepenuhnya untuk memberikan keterangan, melengkapi data administrasi, serta menerima kunjungan awak media kapan saja agar pelaksanaan pekerjaan revitalisasi dapat terpantau, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan kesalahpahaman yang terjadi dapat terselesaikan dan hubungan kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan awak media dapat terjalin kembali sebagaimana mestinya demi kepentingan bersama. (A.Rohman )

Tag : No Tag

Berita Terkait