Penulis: Dadan Supardan
4 Tahun lalu, Dibaca : 1564 kali
BANDUNG, medikomonline.com – Gairah Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) kian membuncah. Untuk sekolah menengah atas (SMA) di
Jawa Barat misalnya, semangat berliterasi khususnya aktivitas menulis tidak
saja bergaung di sekolah perkotaan tetapi merambah hingga ke sekolah yang
lokasinya di “pinggiran” dan nun jauh di kaki gunung sana.
Buktinya, Redaksi
beritadisdik.com yang fokus mempublikasikan
konten kajian pendidikan saban hari kebanjiran naskah karya para kepala
sekolah, pengawas, guru hingga peserta didik. Beragam tema diangkat. Penyajiannya
pun begitu cermat, apik, dan memikat. Semua itu memperkaya khazanah dinamika
pendidikan di Jawa Barat.
Tengok saja
geliat berliterasi di SMAN 1 Cijeruk Kabupaten Bogor. Dikomandoi Kepala Sekolah
Fitriyani SSi
MPd, para guru yang sekolahnya berlokasi di Kaki Gunung Salak Kabupaten Bogor
ini, seolah berlomba menggulirkan naskah terbaiknya. Apalagi menjelang syukuran
peringatan hari ulang tahun sekolah, Fitriyani memiliki target untuk membukukan
segenap karya tulis guru.
Melalui WAG
sekolah, Fitriyani
mengimbau agar para guru mempersembahkan naskah terbaiknya yang nantinya akan
dibukukan.
“Assalaamu'
alaikum ibu dan bapa, saya memohon bantuan ibu dan bapa utk berkenan membuat
sebuah tulisan dengan tema persembahan terbaik utk SMAN 1 Cijeruk. Ibu dan bapa
bisa mengambil judul apapun yg terkait dengan profesi ibu dan bapa di SMAN 1
Cijeruk, tulisan minimal satu halaman A4 maksimal 2 halaman A4. Bismillah kita
awali hal ini sebagai bagian dari menciptakan budaya literasi, sekolah literat,”
begitulah imbauan Fitriyani yang boleh jadi diterimanya sebagai
instruksi oleh para guru.
“Tulisan huruf Times new roman ukuran 12, spasi 1.15. dimohon tulisan terkumpul paling lambat hari minggu tenggal 4 Oktober 2020. Langsung dikirim ke saya. Semua tulisan ibu dan bapa akan langsung dimuat di beritadisdik,” ungkapnya.
SMAN 1 Cijeruk Kabupaten Bogor
Bagaimana hasilnya? Sungguh di luar
dugaan. Menurut kepala sekolah berlatar ilmu eksakta ini, 75 persen dari
seluruh guru yang ada di sekolah berhasil menjawab tantangan. Mereka keluar
dari zona nyamannya, mencoba melakukan hal baru membuat sebuah tulisan.
Saat ini, urai Fitriyani, tulisan para guru sedang dalam proses
untuk diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN sebagai kado indah untuk sekolah.
Masih di Kabupaten Bogor, geliat
berliterasi khususnya di bidang menulis tampak menggema di SMAN 1
Parungpanjang. Para guru sekolah yang lokasinya terkenal dengan sebutan “negeri
1000 truk” tersebut begitu atraktif dalam hal menulis. Terlebih kepala
sekolahnya, Dudung Nurullah Koswara seperti kelebihan ide untuk menuangkan
karya.
Saban hari karya DNK---begitu ia
akrab disapa---mengalir deras. Tak pelak lebih dari seribu artikel sudah
menghiasi media baik cetak maupun online.
“Bagi Saya
menulis itu sudah menjadi kebutuhan. Rasanya gatel bila tidak menulis. Apalagi
bila ada hal yang membuat gatel pikiran karena sebuah anomali, unikasi atau ide
yang melintas dan sangat menarik. Apa yang dilihat, didengar, dibaca dan
dialami kadang membuat jari-jari tangan ingin segera memijit laptop,” ungkap
DNK yang juga menjabat Ketua PB PGRI ini kepada beritadisdik.com kemarin lalu.
Menurutnya,
“birahi” menulis itu semakin kuat dan menguat. Makin menua, menulis makin strong. Vitalitas literatif makin
menjadi. Padahal saat bujangan tak suka menulis dan tak suka membaca tulisan
orang. Dunia tulis menulis dahulu adalah hal yang sangat garing dan jauh dari
menarik. Kini berbeda, menulis itu serasa naik sepeda atau berselancar dalam
deburan ombak bagi penyukanya.
Lebih dari itu, Ketua Forum
Komunikasi Kepala Sekolah 69 (FKKS69) Jawa Barat ini menegaskan Nadiem Makarim mengatakan dunia
pendidikan sekarang fokus pada literasi, numerasi, dan karakter. Hal ini
direspons Forum Komunikasi Kepala Sekolah 69
(FKKS69) Jawa Barat. Para kepala
sekolah yang tergabung dalam FKKS69 semakin semangat menulis. Bahkan ada satu kepala
SMAN 1 Cijeruk mewajibkan semua gurunya menulis artikel pendidikan dan
dikirim ke media beritadisdik.com.
“Kepala sekolah
penulis memang belum dominan. Namun FKKS69 Jawa Barat yang merupakan entitas
kepala sekolah gelombang pertama era Gubernur Ridawan Kamil berkomitmen menjadi
penulis. FKKS69 adalah forum komunikasi
yang mengikat sejumlah 69 kepala sekolah
SMA/SMK/SLB hasil seleksi tahun 2019 dari 997 calon kepala sekolah
terbaik. Sebagai Ketua FKKS69, Saya
sangat bangga melihat giat, geliat dan kemampuan menulis anggota forum,”
tuturnya.
Dikatakan FKKS69
adalah kekuatan luar biasa bagi Disdik Provinsi Jawa Barat. Sekali lagi entitas
FKKS69 adalah kepala sekolah angkatan pertama era Gubernur Ridwan Kamil.
Sejumlah narasi dan inovasi yang dilakukan oleh anggota forum tersaji di grup
WA. Melihat potensi FKKS69 yang merupakan bagian dari “pasukan” mimpi bersama
meraih Jawa Barat Juara Lahir Batin, sangat mengagumkan.
Sebagai bukti
tambah DNK, sejumlah tulisan hasil pemikiran para kepala sekolah mulai mengisi
dunia maya dan media cetak. Ia menyatakan kepala sekolah penulis itu penting.
Mengapa penting? Di antaranya adalah untuk memberikan keteladanan bagi para
guru dan anak didik di era literasi. Tidaklah mungkin era literasi bisa
dilaksanakan di setiap sekolah sementara kepala sekolahnya pun tidak suka
menulis.
“Eranya kepala
sekolah penulis. Eranya kepala sekolah memenuhi media cetak atau medsos dengan
sejumlah narasi pendidikan yang eksploratif,” ujarnya.
Kabid PSMA Tak Respons
Semua kiprah berliterasi
di atas sangatlah layak mendapat respons positif terutama dari para pemangku
jabatan bidang pendidikan. Respons tersebut sebagai apresiasi atas semangat
berkarya para guru.
Namun sayang, gayung
tak bersambut. Saat redaksi meminta tanggapan kepada Kepala Bidang (Kabid)
Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Yesa Sarwedi tidak menggubris.
Surat permohonan tanggapan kepada PSMA untuk mengapresiasi
kegiatan berliterasi di sekolah menengah atas (SMA) sudah dilayangkan pada 16
November 2020. Hanya saja surat yang juga ditembuskan kepada Kepala Dinas Pendidikan
Provisi Jawa Dedi Supandi tersebut tak pernah berbalas.
Dua hari setelah
berkirim surat, Informasi didapat dari Staf Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan
Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan Provisi Jawa Barat bahwa Kabid
PSMA tengah mengikuti rakor di Bali.
Lalu Kamis
(26/11/2020) redaksi mengontak kembali Staf Kabid PSMA via WA. Intinya meminta disampaikan
agar Kabid PSMA memberikan tanggapan dimaksud. Untuk memudahkan penyampaian
jika terlalu sibuk, tanggapan dari Kabid PSMA bisa dikirim via email atau WA. Kecuali
jika memungkinkan, dimohonkan juga waktunya untuk wawancara langsung.
Sayang seribu
kali sayang, hingga berita ini dilansir, permohonan tanggapan untuk
mengapresiasi semangat berliterasi di sekolah yang tampak menggeliat hingga
SMA-SMA yang nun jauh di sana tak pernah didapat.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back
Mika Andrian Artis & Executive Producer