Penulis : Yonif - Editor: Yonif
2 Jam lalu, Dibaca : 26 kali
Qurban Ramah Lingkungan PWI Indramayu, Kemas Daging Pakai Besek Bambu dan Daun Jati, Aroma Daging Tambah Wangi
Sabtu, 30 Mei 2026 | Pukul: 19:51 WIB
INDRAMAYU, MEDIKOMONLINE.COM - Aroma khas daun jati dan anyaman bambu merebak di sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu, Sabtu 30 Mei 2026.
Di tengah momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, para kuli tinta ini sejenak meletakkan pena dan kamera mereka untuk bergotong-royong melakukan penyembelihan hewan kurban.
Tahun 2026 ini, PWI bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Indramayu menyembelih hewan kurban berupa satu ekor sapi dan tiga ekor kambing.
Uniknya, alih-alih menggunakan kantong plastik hitam yang biasa dijumpai, panitia memilih jalan hijau yang lebih bersahabat dengan alam.
Bebas Sampah Plastik
Langkah PWI Indramayu mendukung gerakan kurban ramah lingkungan ditunjukkan lewat pemilihan kemasan (packing) daging.
Panitia memilih menggunakan besek bambu dan beralaskan daun jati untuk membungkus daging kurban yang akan dibagikan.
Ketua Panitia Pelaksana, Cipyadi, menjelaskan, penggunaan besek anyaman bambu bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan cara cerdas untuk menekan sampah plastik sekali pakai.
Selain ramah lingkungan, ada alasan fungsional di balik pemilihan media alami ini.
Anyaman bambu yang memiliki rongga itu menjaga sirkulasi udara agar daging tidak mudah berair dan cepat busuk.
"Ini cara terbaik agar daging tetap higienis dan estetis,” ungkap Cipyadi di sela-sela kegiatan.
Gandeng Komunitas Juru Sembelih Halal
Memastikan seluruh prosesi berjalan sesuai syariat, PWI Indramayu sengaja mengundang Komunitas Sembelihan Halal Indramayu.
Kerja sama ini dilakukan agar tata cara penyembelihan, mulai dari perlakuan terhadap hewan hingga proses pemotongan, benar-benar terjaga kehalalan dan kebersihannya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Turut dihadiri oleh jajaran dewan penasehat, pengurus, anggota PWI-IKWI Indramayu.
Ketua PWI Indramayu, H Dedy Musashi, menyampaikan rasa terima kasih kepada para mudhohi (orang yang berkurban) atau hamba Allah yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia PWI.
Bagi Dedy, kurban adalah refleksi tahunan atas ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Melalui momentum ini, ia mengajak seluruh anggotanya untuk merenungkan kembali arti berserah diri dan mensyukuri setiap ketetapan hidup.
“Tidak ada daun yang jatuh, atau pasir yang bergeser di lautan, tanpa izin Allah. Semua bisa, semua ada, semua karena kuasa-Nya,” tutur Dedy dengan penuh rasa syukur.
Aksi nyata PWI Indramayu ini menjadi bukti, merayakan hari besar keagamaan dan menjaga kelestarian bumi bisa berjalan beriringan.
Langkah kecil menggunakan besek dan daun jati ini diharapkan mampu menginspirasi lembaga maupun masyarakat luas di Indramayu untuk mulai beralih ke gaya hidup yang lebih hijau.*** (Hyf)
Editor : Yonif
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back