Loading

6 Staf Terpapar Covid-19, Puskesmas Binong Tutup Pelayanan


Penulis: Mala/Editor: Mbayak Ginting
1 Tahun lalu, Dibaca : 608 kali


Kepala UPTD Puskesmas Binong H Anang berdiri di depan gerbang Puskesmas yang ditutup. (Foto: Mala)

SUBANG, Medikomonline.com - Lima hari sudah, sejak 6 orang staf Puskesmas Binong dinyatakan positif covid-19, pada Jum'at (20/11/2020) Puskesmas tersebut ditutup. Pintu gerbang yang terbuat dari besi, terkunci rapat.

Empat bangunan yang berdiri dilahan sekitar 1 hektare, "mati suri". Tidak ada aktivitas pelayanan kesehatan, sebagaimana mestinya.

Di bangunan yang berjajar tersebut, saya hanya bisa bertemu dengan satu orang penjaga, bahkan, saya sendiri pun, tidak diperkenankan untuk masuk, hanya untuk sekadar mengambil gambar suasana. 

Ketika saya menghubungi Kepala UPTD Puskesmas Binong H Anang yang biasanya bersedia untuk diwawancara di kantornya, saat itu, Selasa (24/11/2020) memilih untuk diwawancarai di lokasi yang berada di luar area Puskesmas.

"Pelayanan terpaksa kami tutup semuanya, hal ini imbas dari adanya 8 orang yang terpapar Covid-19. Hasil test Swab, ada 6 orang staf di Puskesmas ini yang terpapar, dan dua orang lagi, masyarakat,"ujar Anang.

Sepi, saking sepinya, dua bangunan warung yang berada percis di depan Puskesmas pun, ikut tutup. Menurut Anang, para staf yang terpapar, saat ini tengah menjalankan isolasi mandiri, di rumah mereka masing-masing.

"Semuanya yang positif covid-19, tidak ada gejala, jadi mereka diisolasi selama 10 hari, yang menjalankan isolasi tidak ada bantuan dari pemerintah," jelasnya.

Menurut Anang, pelaksanaan penutupan Puskesmas tersebut dilakukan karena protokol kesehatan mensyaratkan hal tersebut.

 

"Puskesmas kita tutup selama 10 hari sampai hasil tes swab semuanya keluar, Insya Allah hari Senin (30/11/2020) kita buka lagi pelayanan, jadi masyarakat bisa berobat lagi," tambahnya.

Kepada saya, Anang mengatakan, operasional Puskesmas,tidak serta lumpuh seluruhnya, sebab menurutnya, hanya pelayanan saja yang dihentikan sementara.

"Tetapi yang piket tetap ada, bahkan ada zoom meting untuk rapat-rapat," tandasnya.

Untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat, Anang terus menggenjot kegiatan penyuluhan protokol 3M kepada masyarakat.

"Saya terus berpesan, supaya masyarakat lebih disiplin lagi untuk melaksanakan Prokes," jelasnya.

Sikap pasrah, tampak dari warga sekitar Puskesmas yang ditutup sementara tersebut. Salahsatunya diungkapkan oleh Uteng (45 tahun) masyarakat Kampung Krajan 1 RT 02 RW 01 Desa Binong Kecamatan Binong.

"Puskesmas ditutup? Saya sebagai masyarakat, bagaimana yang diatas saja, kalau ditutup, ya tutup saja," ujarnya.

Sementara keinginan agar Puskesmas tersebut tetap dibuka, diungkapkan salah seorang warga Kampung Cicadas Desa Cicadas, yang lokasi kediamannya sekitar 500 meter dari Puskesmas. Pria yang sering disapa Pak Kumis (60 tahun) oleh warga setempat mengungkapkan agar Puskesmas tersebut tetap buka.

"Mending tetep buka, kasian ke masyarakat yang mau berobat jadi terhambat, mereka pada pulang lagi," ujarnya.

 

Saat disebutkan, kalau penutupan Puskesmas tersebut, akibat adanya petugas yang terpapar Covid-19, dengan ringannya, dia mengatakan, tinggal diisolasi saja.

"Kalau ada yang terpapar Covid-19, biarin yang positif Covid-19 diisolasi di rumahnya, tapi puskesmas tetep buka," tegasnya.

Covid-19 di Kabupaten Subang, semakin hari terus bertambah. Bahkan, dalam satu kesempatan, Kepala UPTD Puskesmas Binong Anang mengatakan, kondisi saat ini masih belum puncak dari penyakit tersebut.

"Staf saya saja yang menerapkan protokol kesehatan, masih juga terpapar. Saya khawatir terhadap masyarakat yang abai akan protokol kesehatan, sebab saat ini, masih belum puncak dari penyakit Covid-19," ujar Anang.

Kekhawatiran Anang, memang bukan tanpa alas an. Di beberapa wilayah, masyarakat memang seperti mengabaikan protokol kesehatan. Berkerumun, masih ditemukan di beberapa tempat, dan mereka mengabaikan protokol kesehatan. Salah satunya tidak menggunakan masker.

Tag : No Tag

Berita Terkait