Loading

"Dikritik Netizen, Gema Pasundan: Ridwan Kamil Pemimpin Antikkritik"


Penulis: Redaksi
1 Bulan lalu, Dibaca : 96 kali


Irwan Hendrawan

BANDUNG, Medikom – Masjid Raya Al Jabbar terus menjadi bahan perbincangan semenjak diresmikan hingga kini. Bahkan sekarang yang menjadi sorotan adalah pada pembiayaan pembangunan masjid yang dikeluarkan dari alokasi APBD Jawa Barat.

Diketahui, Masjid Al Jabbar dibangun dengan biaya sekitar Rp 1 triliun sejak 2017 lalu di atas Embung Gedebage, Kota Bandung. Pembangunan Masjid Al Jabbar merupakan kolaborasi Pemprov Jabar dan Kementerian PUPR.

Kabid Politik dan Kajian Isu Strategis Gema Pasundan: Irwan Hendrawan mengatakan Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar bukan sesuatu yang krusial apalagi kebutuhan yang mendasar, bahkan menghabiskan anggaran APBD yang sangat besar.

Kemudian, Irwan Hendrawan mengatakan masih banyak pembangun di masa Ridwan Kamil yang mangkrak dan menghabiskan anggaran negara.

"Contohnya saja program Patriot Desa yang bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat, kehidupan sosial budaya, pengembangan partisipasi, dan keswadayaan masyarakat. Untuk menguji keberhasilan program ini, datanglah ke desa yang ada Patriot Desa yang terjadi adalah mangkrak juga, tidak ada perubahan signifikan dis uatu desa dengan kehadiran Patriot Desa ini. Habis uang rakyat untuk membiayai mereka,” ujar Irwan.

Selanjutnya Irwan Hendrawan pun menilai Ridwan Kamil Gubernur antikritik dikarenakan pembangunan Masjid Raya Al Jabbar yang dikritik oleh netizen sengaja ia posting di Instagram miliknya. Irwan Hendrawan melihat Ridwan Kamil seolah menggiring fans fanatiknya untuk menyerang netizen yang mengkritik Ridwan Kamil.

"Jika dilihat Ridwan Kamil adalah gubernur yang mengutamakan pencitraan bahkan antikritik, ini bisa dilihat dari sikap Ridwan Kamil yang dikritik oleh netizen di Twitter kemudian diposting di Instagram miliknya, seolah-olah menggiring fans fanatiknya untuk menyerang dan membully si pengkritik,” ungkapnya.

Ia menuturkan penggunaan media sosial bagi pejabat publik lebih berguna untuk mensosialisasikan program-program pemerintah dan sarana untuk menerima aspirasi dari masyarakat, bukan sebagai alat untuk eksis pribadi apalagi untuk mendiskreditkan masyarakat yang memberikan kritik dan aspirasi.

Tag : No Tag

Berita Terkait