Loading

Representasi Suku Bangsa Masih Bermasalah


Penulis: Dadan Supardan
22 Hari lalu, Dibaca : 113 kali


Avi Taufik Hidayat

BANDUNG, MedikomKetua Panitia Pelaksana Kongres Sunda Avi Taufik Hidayat meyampaikan representasi suku bangsa masih terus menjadi masalah dalam sistem politik Indonesia. Menurutnya, Indonesia didirikan bukan oleh suku bangsa. Bukan didirikan oleh gabungan suku bangsa. Oleh karena itu sampai hati ini representasi suku bangsa terus menjadi masalah dalam sistem politik kita.

“Sejauhmana suku bangsa ini merepresentasikan dirinya menjadi bangsa Indonesia,” tutur Avi saat menyampaikan sambutannya pada acara Refleksi Kebangsaan Akhir Tahun 2020: Merajut Komitmen Berkearifan Budaya Daerah Untuk Kebaikan Bangsa Dalam Bingkai NKRI, Minggu (27/12/2020) di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung.

Dikatakan, bangsa ini akan maju kalau berhasil membentuk dan membangun jiwanya. Jiwa bangsa Indonesia ada pada adat istiadat yang sudah diruwat ribuan tahun oleh nenek moyang. Dia ada pada adat istiadat setiap suku bangsa.

“Itulah sebetulnya jiwa bangsa. Bangsa ini akan kembali menjadi bangsa yang besar apabila suku bangsa merepresentasikan dirinya. Karena setiap suku bangsa memiliki masa silam sebagai negara yang besar. Memiliki masa silam sebagai bangsa yang besar jauh sebelum NKRI berdiri,” ujar Avi.

Untuk itu, tambahnya, setiap suku bangsa harus kembali kepada jati dirinya yang asli. Representasi diri yang menjadikan jiwa besar bangsa ini. Antara satu suku bangsa dengan suku bangsa yang lain bersatu. Jika ingin menjadi bangsa yang besar, maka suku bangsa harus kembali pada jati dirinya yang asli. Harus kembali pada adat istiadatnya yang asli.

Namun Avi mengakui hal itu menjadi suatu hal yang masih sangat jauh yang harus diraih sebagai suku bangsa.

“Itu adalah suatu hal yang sulit. Yang berat sekali. Karena suku bangsa saat ini tidak hadir secara seimbang di dalam sistem politik kita. Sistem politik kita masih berat pada partai politik,” imbuhnya.

Terkait DPD RI yang merepresentasikan kultural dari daerahnya masing-masing sebagai semangat adat isatiadat masa asilam bangsa, Avi berharap agar dapat memberikan cahaya pada masa depan bangsa. Oleh karena itu, ia menekankan agar DPD RI diberi tempat sehingga memiliki ruang yang cukup sama seperti partai politik.

Di akhir sambutannya, Avi menuturkan refleksi ini bukan sekadar pemanis kata-kata. Akan tetapi merupakan kesungguhan hati dari setiap suku bangsa untuk membidik masa depan bangsa yang jauh lebih cerah. Untuk memberi kepastian kapan kesejahteraan itu akan hadir. Kapan mencerdaskan kehidupan bangsa itu akan terwujud.

“Apakah lima tahun lagi atau 10 tahun lagi. Negeri ini sudah cukup lama merdeka. Namun cita-cita yang kita inginkan hingga hari ini belum juga terwujud. Kirta semua suku bangsa ingin selamanya bersatu memberikan sesuatu yang terbaik pada masa depan bangsa ini. Sehingga cita-cita didirikannya negara ini lekas terwujud,” imbuhnya.

Hadir tokoh lokal dan nasional

Panitia Kongres Sunda menggelar kegiatan Refleksi Kebangsaan Akhir Tahun 2020: Merajut Komitmen Berkearifan Budaya Daerah Untuk Kebaikan Bangsa Dalam Bingkai NKRI, Minggu (27/12/2020) di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung.

Acara dipandu oleh Moderator Erwin Kustiman secara langsung dan virtual menghadirkan sejumlah tokoh lokal dan nasional. Di antaranya Ir AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (Ketua DPD RI), Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie SH (Anggota DPD RI dari DKI Jakarta), Sultan Bachtiar Najamudin SIP MSi (Wakil Ketua DPD RI, juga anggota DPD RI Provinsi Bengkulu), H Fachrul Razi MIP (Anggota DPD RI Provinsi Aceh), Dr H Aliman Sori SH MHum MM (Anggota DPD RI Provinsi Sumatera Barat), Gusti Kandjeng Ratu Hemas (Anggota DPD RI Provinsi DIY), Anak Agung Gde Agung SH (Anggota DPD RI Provinsi Bali), Dr Filep Wamafna SH Mhum (Anggota DPD RI Provinsi Papua Barat), Dra Hj Eni Sumarni MKes (Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat) dan Pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan Yudi Latif PhD.

Di lokasi kegiatan juga dipenuhi para tokoh Sunda yang antusias berkomitmen mensukseskan Kongres Sunda yang akan digelar 2021 mendatang. Beberapa tokoh lainnya yang diundang di antaranya Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Irjen (Purn) Ronnie F Sompie (Tokoh Minahasa), Prof Dr M Uhaib (Tokoh Kalimantan Timur), H Lalu Putria SPd MPd, Datu Silendeng Lombok (Ketua FSKN NTB), Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi, dan Erry Riyana Harjapamekas (Mantan Wakil Ketua KPK).

Pada acara tersebut Ir AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan paparannya sebagai keynote speaker. Sementara Yudi Latif PhD sebagai pemateri begitu lantang menyampaikan pemikiran kebangsaannya. 

Tag : No Tag

Berita Terkait