Reporter: Ganda TB
22 Jam lalu, Dibaca : 36 kali
CIMAHI, Medikomonline – Literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi sekaligus mampu mengambil keputusan investasi secara bijak. Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang, pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan pembiayaan negara menjadi semakin penting agar mampu berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan nasional.
Berangkat dari semangat tersebut,
Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan
Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bersama dengan Pemerintah Kota Cimahi menggelar
Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi APBN serta Obligasi Negara Ritel
(ORI) Seri ORI030, di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota
Cimahi, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti
jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai
pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman
masyarakat mengenai peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
sekaligus memperkenalkan instrumen investasi yang aman dan produktif.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana,
menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan yang telah memilih Kota
Cimahi sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan edukasi
tersebut.
"Sering kali masyarakat
memandang APBN hanya sebagai dokumen berisi angka-angka. Padahal sesungguhnya
APBN merupakan instrumen utama negara yang bekerja untuk melindungi masyarakat
sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan nasional," ujar Ngatiyana.
Ia menjelaskan, melalui APBN
pemerintah membiayai berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan,
pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, hingga
penguatan ketahanan nasional.
Karena itu, masyarakat perlu
memahami bahwa setiap kebijakan fiskal yang diambil pemerintah memiliki tujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Ngatiyana menilai, di tengah
ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar, tekanan
inflasi, hingga perlambatan ekonomi dunia, kondisi fundamental ekonomi
Indonesia masih berada pada jalur yang relatif terjaga.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak
terlepas dari kebijakan fiskal yang dikelola secara hati-hati, termasuk
pengelolaan pembiayaan negara yang dilakukan secara profesional dan akuntabel.
"Saya berharap masyarakat Kota
Cimahi semakin cerdas secara finansial, semakin bijak dalam berinvestasi, dan
semakin aktif mendukung pembangunan nasional. Kemajuan bangsa tidak hanya
ditentukan oleh besarnya anggaran negara, tetapi juga oleh tingkat pemahaman
masyarakat terhadap bagaimana anggaran tersebut dihimpun, dikelola, dan
dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat," tutupnya.
Sementara itu, Analis Keuangan
Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan,
Singgih Gunarsa, menjelaskan bahwa Surat Berharga Negara (SBN) Ritel merupakan
instrumen pembiayaan negara yang tidak hanya aman dan terjangkau, tetapi juga
memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Selain memperoleh imbal hasil
investasi yang kompetitif, masyarakat turut berkontribusi langsung dalam
membiayai pembangunan nasional melalui APBN.
Menurutnya, pemerintah saat ini
tengah menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030 yang terdiri atas dua
pilihan tenor, yakni ORI030-T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan kupon tetap
sebesar 6,90 persen, serta ORI030-T6 dengan tenor enam tahun dan kupon tetap
7,00 persen.
"ORI030 menjadi salah satu
pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat. Selain menawarkan kupon yang
kompetitif, investasi ini juga dijamin oleh negara sehingga aman. Kami berharap
semakin banyak masyarakat, khususnya dari Kota Cimahi dan sekitarnya,
berpartisipasi membeli ORI030 sebagai bentuk investasi sekaligus dukungan
terhadap pembiayaan pembangunan nasional," ujar Singgih.
Ia menjelaskan, ORI030 merupakan
salah satu instrumen pembiayaan APBN di tengah kondisi anggaran negara yang
masih mengalami defisit sekitar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB).
Meski demikian, angka
tersebut masih berada di bawah batas maksimal tiga persen sebagaimana ketentuan
fiskal, sehingga kondisi keuangan negara dinilai tetap sehat dan terkendali.
"Masyarakat tidak perlu
khawatir terhadap pengelolaan utang pemerintah. Secara keseluruhan masih sangat
terjaga dan dikelola secara hati-hati.
Dana yang dihimpun melalui ORI
digunakan untuk membiayai berbagai program prioritas pemerintah yang manfaatnya
kembali kepada masyarakat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta
juga memperoleh materi mengenai pentingnya literasi keuangan, strategi
membangun investasi yang sehat, karakteristik Surat Berharga Negara Ritel,
hingga mekanisme pembelian ORI030, yang disampaikan oleh narasumber Analis
Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, Bahal A. Pranata.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back