Penulis: A. Rochman
12 Jam lalu, Dibaca : 32 kali
GARUT, Medikomonline.com. – Kekhawatiran sempat menyelimuti sejumlah keluarga di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, setelah puluhan siswa diduga mengalami keracunan makanan pasca mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah situasi yang mendesak, kecepatan penanganan dan kekompakan kerja sama antara Puskesmas Cibatu bersama Pengurus Korps Pimpinan Camat (Porkopincam) Cibatu menjadi penawar ketakutan sekaligus bukti nyata pelayanan publik yang sigap dan berdedikasi. Jum.at 24 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Cibatu ". H. Ajat Sudrajat H., S.Kep., Ners", saat dikonfirmasi awak media, penanganan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap.
"Kemarin malam sembilan orang sudah diperbolehkan pulang, sementara tujuh puluh orang lainnya masih dalam pemantauan ketat. Saat ini kami masih menunggu laporan lengkap dari tim medis dan dokter, sehingga belum bisa menyampaikan kesimpulan akhir karena pemeriksaan masih berlangsung," ujarnya.
Dijelaskan pula, gejala yang umum dirasakan pasien antara lain pusing, mual, hingga buang air besar terus-menerus. Namun penyebab pasti belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
"Sampel sudah dikirim sejak hari Kamis lalu, dan kami menunggu hasilnya untuk memastikan indikasi penyebabnya secara akurat," tambahnya.
Seluruh proses perawatan di Puskesmas Cibatu berjalan lancar berkat dukungan penuh lintas pihak. "Kami berupaya sekuat tenaga memberikan pelayanan terbaik dan maksimal bagi kesembuhan para pasien," tegasnya.
Pelayanan yang sigap ini pun disambut apresiasi tinggi dari keluarga korban. Salah satunya adalah Ibu Juhana, warga yang satu cucunya terdampak kejadian ini.
"Alhamdulillah, pelayanannya luar biasa, tidak ada kendala sedikit pun di sini. Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Puskesmas Cibatu atas pelayanan primanya," ucapnya dengan nada lega.
Menutup keterangannya, Kepala Puskesmas mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan, mencuci tangan sebelum makan, dan teliti memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi. Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang.
"Pihak penyalur makanan harus lebih teliti dan disiplin mengikuti SOP. Semoga masyarakat semakin sadar menjalani hidup bersih dan sehat, serta kejadian ini tidak pernah terulang lagi," pungkasnya.( A.Rochman ).
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back