Reporter: Soni Johari
5 Jam lalu, Dibaca : 47 kali
SUKABUMI, Medikomonline – Seminar patambaan atau pengobatan siliwangi dalam kajian naskah kuno penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) digelar di Aula Syekh Quro Ponpes Dzikir Al'fath, Rabu 15 April 2026.
Hadir mewakili wali kota Sukabumi Kepala Dinas P dan K,
Kadis Dispora, murid sekolah, forum paranormal, dan undangan lainnya.
Di ruang yang sama, Ilham Nurwansyah, M.Pd. sebagai
filologi Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta mengatakan dirinya diperbantukan
ikut riset satu naskah Prabu Siliwangi bersama tim dari Brin tahun lalu. Kemudian
tahun ini didalami salah satu naskah yang berisi resep-resep pengobatan herbal.
Menurutnya, banyak sekali informasi berkaitan dengan
pengobatan-pengobatan tradisional dan mungkin dulu dicatat berdasarkan enpiris.
Jadi pengalaman orang tua dulu dituliskan sebagai pegangan. Tumbuhan apa yang
memiliki khasiat, diolahnya seperti apa dan manfaatnya seperti apa.
“Ini sebagai dokumentasi. Akan tetapi secara praktisi
perlu ahli-ahli dan pakar nasional seperti pak kiai di sini secara praktek
dahulu sudah melihat dan betul-betul ada seperti naskah yang berisi resep-resep
jamu. Hanya saja tidak sedetail sampai ukuran berapa lembar daun. Belum sampai
ke sana tapi informasi itu ada di dalam naskah ini, terkait jenis tanaman dan
metode pengobatannya juga dan ada perhitungan hari lahir juga bulan dan tanggal
atau lintang atau perbintangan di dalam naskah ini,” tuturnya.
Dikatakan, naskahnya ada 148 halaman. Bahasanya Jawa
Cirebon aksara Jawa. Sangat kompleks isinya dari mulai perhitungan hari baik
hari lahir dan hari naas. Bahkan barang yang hilang itu ada. Jadi topik hari
ini terkait pengobatan dan ada beberapa halaman yang memiliki informasi
terkait.
Pemilik Musium Prabu Siliwangi Prof. Dr. K.H. M. Fajar
Laksana sekaligus pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al'fat menyampaikan bagian ke-5
penelitian naskah kuno. Menurutnya ada 29 naskah yang sudah katagori umurnya lebih
dari 50 tahun. Oleh peneliti disebut atepak. Karena yang 29 ini termasuk naskah
kuno kalau dilihat dari ilmunya filogoh.
Jadi ada 29 tema yang dibahas yang ada di Musium Prabu
Siliwangi. Ada tema tentang pengobatan tradisional yang disebutnya patambaan. Maka
ahli naskah khusus 1 naskah kuno harus menerjemahkan secara tuntas masalah
patambaan atau pengobatan.
Akhirnya diterjemahkan dan ternyata luar biasa ada 25
jenis tumbuh-tumbuhan khas Sunda yang memberi khasiat waktu zaman dulu. Ternyata
Sunda memiliki ramuan-ramuan obat yang dulu sudah terpakai dan itu bisa
menguatkan praktisi pengobatan.
“Dan saya minta kepada BRIN dan ini juga cukup susah
sudah dua kali memanggil filoloh untuk membaca kitab. Alhamdulillah disanpaikan
ilmu praktisinya. Dan saya punya pengobatan secara turun temurun ternyata punya
korelasi dari keluarga saya dengan bukunya. Padahal saya engga baca bukunya. Ternyata
ramuannya sama. Maka hari ini diseminarkan untuk mempublikasikan yang betul. Ini
ada atepak oleh filoloh ini. Akhir tahun 1800 berarti sudah seratus tahun lebih
umur kitab ini,” ungkapnya.
Selanjutnya diberitahukan kepada pihak pemerintah
karena dengan adanya Menteri Kebudayaan memiliki peluang besar untuk dimajukan.
Kota Sukabumi pun ada aset tambahan ada warisan tak benda lagi yaitu Patambaan Siliwangi
yang telah dipraktekkan selama 30 tahun sebelum buka pesantren. (Soni Johari)

Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back