Reporter: Ganda TB
20 Jam lalu, Dibaca : 32 kali
CIMAHI, Medikomonline – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana.
Dari kebutuhan ideal sebanyak 62
personel, saat ini BPBD Kota Cimahi baru memiliki 32 personel organik.
Artinya, masih terdapat kekurangan
sekitar 30 personel untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPBD secara
optimal, terutama dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
Hal tersebut disampaikan Kepala
Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, akrab dipanggil Bang Andy
saat diwawancarai awak media, Kamis (5/11/2026).
Fitriady mengungkapkan, jumlah
personel yang tersedia saat ini baru memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan
ideal organisasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi BPBD dalam
menjalankan berbagai kegiatan penanganan bencana di wilayah Kota Cimahi.
Menurutnya, penambahan personel
sangat dibutuhkan, khususnya untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan saat
terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
"Betul, kami masih kekurangan
personel. Saat ini jumlah personel organik BPBD sebanyak 32 orang, sementara
kebutuhan idealnya mencapai 62 orang. Jadi, masih ada kekurangan sekitar 30
personel," ungkapnya.
Meski menghadapi keterbatasan
tenaga, Fithriandy menegaskan bahwa BPBD tetap berupaya menjalankan tugas
pelayanan kepada masyarakat. Salah satu strategi yang dilakukan adalah
memperkuat kolaborasi dengan para relawan yang selama ini turut membantu dalam
kegiatan penanganan kedaruratan.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD
Kota Cimahi juga kembali melaksanakan distribusi air bersih kepada masyarakat
terdampak kekeringan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian
penanganan dampak kekeringan yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah.
Fitriady menjelaskan, meskipun
hujan mulai turun di beberapa kawasan, kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.
Berdasarkan perkiraan BMKG yang disampaikannya, hujan diperkirakan mulai turun
secara lebih rutin dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Karena itu, BPBD masih melanjutkan
upaya pendistribusian air bersih sebagai bentuk pelayanan terhadap warga yang
membutuhkan.
Selain itu, pihaknya juga tengah
mempersiapkan penetapan status siaga hidrometeorologi. Langkah tersebut
dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi potensi bencana yang dapat
muncul seiring meningkatnya intensitas hujan.
"Kegiatan distribusi air ini
masih menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan. Walaupun hujan sudah
mulai turun, kondisinya belum stabil. Kami juga sedang mempersiapkan status
siaga hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Fithriandy menuturkan
bahwa keterbatasan personel tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan
kebencanaan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, keterlibatan relawan menjadi
salah satu kekuatan penting dalam mendukung operasional BPBD di lapangan.
Ia berharap, ke depan kebutuhan
personel dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar kapasitas kelembagaan
BPBD semakin kuat, baik dalam kesiapsiagaan, respons cepat, maupun penanganan
pascabencana.
Dengan dukungan personel yang
memadai serta sinergi bersama relawan, BPBD Kota Cimahi diharapkan mampu
meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan perlindungan yang lebih maksimal
kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back