Reporter: Ganda TB
3 Jam lalu, Dibaca : 32 kali
CIMAHI, Medikomonline – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 dengan menggelar rangkaian kegiatan kolaboratif di Kampung Adat Cireundeu, Sabtu (21/02). Kegiatan juga dihadiri Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, perwakilan instansi vertikal Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, Forkopimda, Kejaksaan Negeri Cimahi, MUI, DLH Provinsi, DLH se Bandung Raya, Akademisi dan Perwakilan Perusahaan di Kota Cimahi ini merupakan momentum refleksi dan penguatan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, aman, dan berkelanjutan.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa HPSN yang diperingati tanggal 21
Februari sebagai pengingat atas peristiwa tragis longsor sampah di TPA
Leuwigajah pada 2005. Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan duka, tetapi
juga menjadi cermin pentingnya perubahan cara pandang dan perilaku dalam
mengelola sampah.
Ia menekankan bahwa
persoalan sampah tidak boleh dipandang sebagai isu teknis semata, tetapi
sebagai persoalan keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan
sampah yang buruk, menurutnya, berpotensi menimbulkan bencana yang berdampak
langsung pada kehidupan masyarakat.
“Kalau sampah tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa menjadi bencana. Tahun
2005 menjadi bukti nyata, ada korban jiwa, ada keluarga yang kehilangan. Ini
pengalaman pahit yang tidak boleh terulang di Kota Cimahi,” katanya.
Ngatiyana mendorong
perubahan paradigma masyarakat agar sampah tidak lagi dipahami sebagai limbah
yang dibuang, tetapi sebagai material yang harus dikelola dan diselesaikan
secara bertanggung jawab.
“Ke depan, kita dorong konsep zero to TPA. Artinya, sampah tidak lagi dibuang,
tetapi diolah di wilayah masing-masing. Dipilah dari rumah, dikelola, dan
diselesaikan di tingkat lokal. Inilah arah kebijakan yang sedang dibangun,”
ujarnya.
Direktur Pengurangan
Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup, Agus Rusly yang turut menghadiri kegiatan HPSN
ini menegaskan bahwa arah kebijakan nasional pengelolaan sampah telah jelas dan
terukur melalui RPJMN 2025–2029, dengan target 100 persen sampah terkelola pada
tahun 2029.
Ia menjelaskan bahwa kunci utama pencapaian target tersebut berada pada
pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. “Minimal 50 persen
sampah rumah tangga itu organik. Itu bisa kita selesaikan di rumah
masing-masing, bisa jadi kompos, pupuk organik cair, biogas, atau melalui
budidaya maggot. Kalau ini selesai, beban sistem pengelolaan kota akan turun
drastis,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Agus menilai beban pengelolaan sampah perkotaan
akan jauh lebih ringan. Dari sekitar 250 ton sampah harian Kota Cimahi, jika 50
persen sampah organik dapat ditangani di sumbernya, maka sisa sekitar 120 ton
sampah anorganik dapat dikelola melalui ekosistem yang sudah tersedia, seperti
bank sampah, TPS 3R, dan TPST.
“Untuk sampah
anorganik, ekosistemnya sebenarnya sudah ada. Sudah ada bank sampah, TPS 3R,
TPST, dan fasilitas lain yang bisa dimaksimalkan. Ini yang harus diperkuat agar
target 2029 bisa tercapai,” katanya.
Sementara itu, Kepala
DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini dalam laporannya menjelaskan bahwa
penyelenggaraan HPSN 2026 menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional
Indonesia Asri, yang menekankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam
menjaga kualitas lingkungan hidup. Tema yang diusung, “Kolaborasi untuk
Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah”, menjadi ajakan terbuka untuk
memperkuat sinergi lintas sektor menuju pengelolaan sampah yang lebih baik.
Dalam rangkaian peringatan HPSN Kota Cimahi, DLH melaksanakan sejumlah program
strategis, di antaranya peresmian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Utama. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel air sumur di Seke Cilimus untuk
diuji kualitasnya. Sumur ini muncul kembali sebagai sumber mata air yang sempat
tertimbun sejak peristiwa longsor Leuwigajah dua dekade lalu.
DLH juga menghadirkan kaleidoskop pengelolaan sampah Kota Cimahi selama 20
tahun terakhir sebagai ruang refleksi publik, sekaligus peluncuran animasi
edukasi digital pengelolaan sampah sebagai media pembelajaran masyarakat. Tidak
hanya itu, turut diluncurkan Buku Pedoman Kewilayahan Pengelolaan Sampah
Terpadu Tuntas di Tempat sebagai panduan teknis bagi camat dan lurah dalam
pengelolaan sampah berbasis wilayah, seiring dengan pelimpahan sebagian
kewenangan pengelolaan sampah ke tingkat kewilayahan.
Upaya edukasi juga
diperkuat melalui peluncuran buku Serial Coaching pengelolaan sampah di
sekolah, program sedekah sampah berbasis sekolah selama bulan Ramadan, serta
kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, mulai dari tokoh agama,
organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga komunitas
lokal.
“Kami ingin momentum HPSN ini menjadi titik tolak penguatan kolaborasi dalam
menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan demi terwujudnya
Indonesia asri,” katanya.
DLH Kota Cimahi juga memperkenalkan konsep penataan kawasan bekas tumpukan
sampah di Cireundeu yang akan dikembangkan menjadi hutan bambu dan monumen
peringatan lingkungan, sebagai simbol transformasi dari ruang krisis menjadi
ruang harapan.
Melalui peringatan HPSN 2026 ini, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya
bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal infrastruktur dan teknologi, tetapi
tentang membangun kesadaran, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama demi
mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan menuju
Indonesia yang asri.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back