Loading

Petani Majalengka Meminta PUTR Segera Perbaiki Irigasi Yang Amburadul


edie ns/tatang
1 Hari lalu, Dibaca : 33 kali


Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang dibangun belum 1 tahun sudah amburadul, bocor dan tak bisa dimanfaatkan secara maksimal

MAJALENGKA, Medikomonline.com – Menjelang ahir tahun  tahun 2025 lalu, para petani bersama kelompok tani di Majalengka telah menerima bantuan berupa pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di persawahan mereka yang rata-rata anggarannya Rp200.000.000,00 per lokasi.

Dana yang digunakan untuk mengerjakan proyek tersebut bersuber dari APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka yang berasal dari Pajak Rokok Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun 2025 yang disalurkan untuk Masyarakat Majalengka yang terdampak.

Sangat disayangkan, proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang telah dibangun dipersawahan para petani tersebut tidak bertahan lama, belum 1 tahun bangunan tersebut sudah amburadul, ambrol, bocor dan tak bisa dimanfaatkan lagi secara maksimal olrh petani. Diduga rusaknya bangunan Jaringan Irigasi yang diterima petani tersebut karena buruknya pekerjaan.

Hasil pemantauan Medikom dilapangan banyak pekerjaan yang amburadul, beberapa bangunan sudah rusak padahal umurnya belum satu tahun.  Hal tersebut kemudian dipertanyakan Medikom dan Medikomonline kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka, Agus Permana, melalui Surat Konfirmasi Tertulis tertanggal 8 Mei 2024 lalu, namun sampai berita ini dirilis belum ada tanggapan dari pihak Dinas PUTR Majalengka.

Bersamaan Surat konfirmasi tersebut juga dilampirkan beberapa foto-foto hasil temuan lapangan Medikom pada pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang telah dibangun dipersawahan masyarakat yang kini kondisinya telah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani yang sawahnya disekitar pekerjaan Irigasi tersebut

Salah satu contoh seperti pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Nagrog Desa Tonjong Kecamatan Majalengka. Bangunan ini diperkirakan belum berumur satu tahun, tapi kondsinya sudah amburadul, bangunan runtuh dan sisanya sudah retak-retak, sehingga tidak bisa digunakan lagi secara maksimal oleh petani, padahal petani sangat bergantung pada Jaringan irigasi tersebut agar dapat mengaliri sawah mereka.

Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Nagrog Desa Tonjong tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka pengerjaannya diberikan kepada perusahaan pelaksana dengan sistem Pengadaan Langsung sekitar bulan September 2025 lalu dengan Pagu Anggaran Rp 200.000.000,00 Dana bersumber dari Pajak Rokok Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun 2025

Contoh lain dari buruknya pekerjaan irigasi tersebut yakni, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Citimur Desa Pasanggrahan Kec. Maja Rp200.000.000,00 dari Pajak Rokok TA 2025.ekerjaan a i.ingga da t anfaat kepada masyarakat _______________________________________________________________________ Pada pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi ini tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani, karena lantainya atau bagian bawahnya sudah pada bocor dan pembangunan tidak sampai hilir, Lebih parah lagi pada bangunan TPT sudah banyak yang bolong akibat pengerjaannya diduga asal-asasalan.

Para  petani Majalengka yang sawahnya dilalui Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang telah rusak tersebut berharap agar ada perbaikan kembali, agar proyek yang menggunakan uang rakyat tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian di sawah mereka masing-masing. “Semoga keluhan kami ini bisa sampai dan didengar oleh bapak kepala dinas PUTR, dan langsung mengambil tindakan,” ujar salah seorang petani.

Disinyalir masih banyak pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang dikerjakan pada tahun 2025 tersebut yang kondisinya sudah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani yang sawahnya disekitar Jaringan Irigasi tersebut.

Berdasarkan pantauan Medikom dilapangan belum lama ini, setelah berita Medikom beredar, ada pemberian uang Rp500.000,00 untuk kelompok tani dari perusahaan, untuk memperbaiki bagian yang amburadul. Dan diakui mereka dana tersebut tidak mencukupi.  “Ada yang ngasih uang Rp500.000 untuk memperbaiki bangunan yang amburadul tersebut, pasti nggak cukup,” ujar seorang dari kelompok tani tersebut

Berdasarkan data yang ada di Redaksi, ada sebanyak 72 Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi yang telah dikerjakan dengan sistem Pengadaan Langsung dengan pagu rata-rata Rp200.000.000,00 yang tersebar diseluruh Kabupaten Majalengka (Tim)

Tag : No Tag

Berita Terkait