( Tim/ edie ns)
11 Hari lalu, Dibaca : 109 kali
BANDUNG,
Medikomonline.com –
Bermaksud mendapatkan konfirmasi yang akurat dan
berimbang, alih-alih mendapat penolakan dari pihak humas. Hal ini dialami oleh
media yang meliput di SMAN 1 Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Berawal dari diajukannya surat konfirmasi tertuluis
dari Medikom dan online dan Patroli Borgol yang ditujukan kepada Kepala SMAN 1
Bojongsoang sebulan lalu, Tim Medikom mendatangi sekolah tersebut untuk
menanyakan tanggapan surat konfirmasi tertulis tersebut. Di sekolah, Tim Medikom disambut oleh Wini
yang mengaku Humas disekolah tersebut. Wini mengatakn pihaknya sudah membuat
surat tanggapan, “Tinggal dikirim,”
ujarnya
Setelah dibaca sepintas, medikom minta didampingi
untuk melihat objek sesuai dengan yang disebutkan dalam surat tanggapan untuk
Medikom tersebut. Namun Wini rupanya keberatan dan berkelit dengan berbagai alasan.
Ahirnya Tim Medikom minta dipanggailkan Bagian Sapras untuk mendampingi.
Tidak berapa lama datang seorang yang bernama Tisna dan
mengaku sebagai Humas. Tapi dia juga tidak bersedia mendampingi Tim untuk
melihat sarana dan prasarana yang telah mendapat perbaikan dari dana BOS, seperti
apa yang tercantum pada nomor 6 dalam surat tanggapan tersebut. Dengan alasan
sekolah baru-baru ini mengalami kebanjiran. “Akibatnya ada beberapa peralatan
yang rusak,” katanya
Seperti yang tercantum dalam surat tanggapan bahwa
pihak sekolah telah melakukan pengecatan, pembenahan taman, perbaikan pintu dan
Atap Aula, perbaikan toilet, perbaikan ruang kepala sekolah, perbaikan Gerbang
dan pembuatan Sumur Bor.
Sebenarnya tidak ada alasan pihak sekolah
merahasiakannya karena ratusan juta uang setiap tahunnya yang digunakan untuk
memperbaiki sarana dan prasarana tersebut menggunakan uang rakyat dan harus disosialisasikan secara
terbuka di papan pengumuman khusus agar semua orang yang ingin mengetahuinya bisa
mengaksesnya.
Selain Dana BOS yang diterima, sekolah juga menerima
dana BOPD untuk menanggulangi beberapa item kebutuhan sekolah diantaranya untuk
menanggulangi biaya barang pakai habis, Honor non ASN, langganan Daya dan Jasa,
pelaksanaan administrasi dan bahkan untuk menutupi kebutuhan pemeliharaan pun
SMAN 1 Bojongsoang menerima anggaran yang cukup besar dari dana BOPD.
Untuk Anggaran Pengembangan Perpustakaan dimana
pihak sekolah diduga mengeluarkan anggaran cukup besar. Menurut keterangan Kepala
sekolah Rusmiati SPD, M.SI, sekolah membeli buku untuk melengkapi kekurangan
buku Kelas X dan XI dan pengadaan Kurikulum Merdeka Kelas XII, buku peminatan
dan buku literasi. Namun tidak disebutkan apakah pengadaan buku Peminatan dan
Literasi sudah direvisi disesuaikan buku dan jumlahnya dengan Permendiknas No.
8 tahun 2025 ? apakah buku yang dibeli seluruhnya
sudah mendapat pengesahan dari Depdinas ?.
Untuk dapat mengakses semua apa saja dan kemana saja
digunakan dana dari BOS dan BOPD di SMAN 1 Bojongsoang menurut Tisna dari Humas,
harus ada surat Peliputan Khusus. “kami akan beri kesempatan untuk melihat sapras
dan penggunaan Dana BOS tersebut,” ujar Tisna ( Tim/ edie ns)
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back