Loading

Pendekar Silat PSHT, Atlet Silat & entrepreneur Nasgor SH


Reporter: Syah Ma'mur
13 Hari lalu, Dibaca : 695 kali


Warga PSHT & Enterpreneur Nasgor SH Wisnu Surya Abdillah(Arya)

Wisnu Surya Abdillah atau lebih dikenal di Gelanggang Silat dengan Arya adalah seorang Pendekar Silat (Warga tingkat 1) PSHT. Awal mula Arya (21 tahun) tertarik belajar seni Adi Luhung Silat di perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT/SH) sewaktu berusia 10 tahun di SDN 1 Wirajaya Lampung Utara. Masa latihan Silat Arya di Perguruan PSHT Lampung Utara selama 3 tahun.

Di Tahun ke 4 Arya melanjutkan sekolah di MTS NU Hasyim Asy'ari di Kota Tegal Jateng dan meneruskan latihan Silat PSHT di kota Tegal. Arya menjelaskan tingkatan sabuk dalam Silat PSHT yaitu tingkatan 1 sabuk hitam (sabuk polos), tingkatan 2 sabuk jambon, tingkatan 3 sabuk hijau, tingkatan 4 sabuk putih kecil. Selanjutnya disahkan sebagai Warga Tingkat 1 PSHT (Pendekar Tingkat 1 PSHT) dengan Sabuk Putih Besar. Arya sendiri disahkan sebagai Warga Tingkat 1 PSHT (Pendekar Tingkat 1 PSHT) pada tahun 2022 dengan ceremony Pengesahannya di ranting Caringin Kota Sukabumi Jabar.

Ketertarikan Arya dengan silat PSHT dikarenakan keluarganya rata-rata sudah menjadi Warga Tingkat 1 PSHT dan ikatan persaudaraan kuat yang melebihi saudara kandung antara sesama Warga (Pendekar) PSHT.

Arya juga bertutur tentang sejarah awal pendiri Silat PSHT yang didirikan dan dibentuk oleh Ki Ngabehi Ageng Soerodiwirdjo (Eyang Suro) dengan nama kecil Muhamad Masdan yang  dilahirkan di Kota Surabaya Jatim pada 1876. Setelah menamatkan Sekolah Rakyat pada 1890, Eyang Suro kemudian diasuh oleh pamannya bernama Wedono di wilayah Wonokromo Kota Surabaya Jatim. Beliau sempat mengenyam pendidikan Islam di Pondok Pesantren Tebu Ireng Kota Jombang Jatim. Di Pondok Pesantre Tebu Ireng Eyang Suro mulai belajar bela diri pencak silat. Sebelum resmi menjadi nama perguruan Silat PSHT pada 1903 di daerah Tambak Gringsing Kota Surabaya Jatim, Eyang Suro pertama kali mendirikan perkumpulan silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer dan permainan pencak silatnya diberi nama Joyo Gendelo. Resminya nama PSHT disahkan tahun 1922 yang diresmikan langsung oleh pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia yaitu Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang lahir di desa Winongo Kota Madiun Jawa Timur Tahun 1883 Masehi dan wafat pada 13 April 1952 pada usia 69 Tahun dan dimakamkan di Desa Pilangbango Madiun Jatim.

Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah salah satu Pahlawan Perintis Kemerdekaan RI dari Madiun Jawa Timur. Ketika berjuang dalam perintisan kemerdekaan RI, Ki Hadjar Hardjo Oetomo bergabung dengan Organisasi Boedi Oetomo, Syarekat Islam, dan Taman Siswa. Selain begabung dengan organisasi tersebut Ki Hadjar Hardjo Oetomo juga mendirikan organisasi pencak silat SH Pemuda Sport Club (SH-PSC) yang kemudian menjelma menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Di bidang ekonomi untuk membantu masyarakat lepas  penindasan 'lintah darat' Ki Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan perkumpulan Harta Djaja semacam koperasi sekarang ini (Literarsi Lengkap Sejarahnya Pendiri PSHT dan struktur organisasi PSHT Pembaca Medikom bisa melayari di google). 

Maha Guru Silat PSHT Eyang Suro & Ki Hadjar Harjo Eotomo

Arya juga seorang altet Silat yang pernah meraih beberapa medali emas dalam kejuaran Silat SH Cup di Kota Sukabumi Jabar dan di Kota Bogor Jabar. Sekarang ini Arya menjadi seorang entrepreneur Nasi Goreng tenda  dengan nama Nasi Goreng Setia Hati. Alasan beliau memberikan nama Nasi Goreng Setia Hati karena kekaguman beliau dengan Perguruan PSHT yang masih beliau lakoni sebagai Pesilat PSHT. Satu lagi alasan beliau menekuni terjun sebagai entrepreneur usaha nasi goreng karena penghasilannya yang sangat lumayan. Hal ini dibuktikan dan disaksikan oleh Medikom yang sudah menjadi pelanggan Setia Nasi Goreng Setia Hati dengan banyaknya pelanggan yang datang.

Buat pembaca Medikom yang mau mencicipi ciri khas Nasi Goreng Setia Hati boleh datang langsung ke lokasi tepatnya di seberang Puskesmas Caringin Jalan Raya Caringin Kota Bandung atau sebelum masuk jalan ke jalan Makam Porib kota Bandung yang Insya ALLAH buka setiap hari dari pukul 18.00 wib sampai pukul 04.00 wib dini hari. Pembaca Medikom akan disambut dan dilayani dengan ramah oleh Arya yang selalu melayani dengan Hati sesuai dengan falsafah nama Perguruannya PSHT.

Di closing statement Arya berpesan kebaikan untuk saudara-saudara baru Warga Tingkat 1 PSHT (Pendekar Tingkat 1) jaga nama baik Silat PSHT, sambungin terus tali silaturahmi sesama perguruan Silat yang lain dan menjaga akhlakul karimah (adab) seperti yang sudah dicontohkan dan diajarkan oleh Maha Guru Silat PSHT Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo (nama kecil Muhamad Masdan/Eyang Syuro) dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo. (Link tik tok: @arya_nasigoreng22)

Tag : No Tag

Berita Terkait