Loading

Banyak Jalan Rusak Berat di Paket Preservasi Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun


Penulis: Mbayak Ginting
10 Hari lalu, Dibaca : 176 kali


Jalan berlubang tergenang air hingga 28 Oktober 2020 tidak ada penanganan. Kondisi jalan di ruas Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun banyak mengalami rusak berat. (Foto: Medikomonline)

BANDUNG, Medikomonline.com – Kondisi jalan di ruas Jalan Soreang –Rancabali - Cidaun banyak mengalami rusak berat. Berdasarkan pantauan Medikomonline di lapangan, hingga tanggal 28 Oktober 2020, jalan yang rusak berat ini tidak ada penanganan baik pemeliharaan rutin maupun penanganan efektif.

Sedangkan Preservasi Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun Tahun Anggaran 2020 yang saat ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Jawa Barat tidak terlihat menangani jalan rusak berat yang sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.


Jalan berlubang tergenang air hingga 28 Oktober 2020 tidak ada penanganan. Kondisi jalan di ruas Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun banyak mengalami rusak berat. (Foto: Medikomonline)

Dari pantauan Medikomonline di lapangan, ada beberapa pekerjaan yang sedang dilaksanakan dalam Paket Preservasi Jalan Soreang –Rancabali - Cidaun Tahun Anggaran 2020 yang dimenangkan oleh PT. Lie Jasin Engineering dengan nilai kontrak Rp45.830.181.100,00. Beberapa pekerjaan dalam Preservasi Jalan Soreang – Rancabali -Cidaun Tahun Anggaran 2020 yang sedang dilaksanakan yaitu: Pelebaran Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun di wilayah Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur, Pekerjaan perkerasan lentur (aspal) di beberap titik segmen di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Pekerjaan saluran air berupa galian dan pemasangan U-Ditch di Kabupaten Bandung.


Kondisi jalan di ruas Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun banyak mengalami rusak berat hingga 28 Oktober 2020 tidak ada penanganan. (Foto: Medikomonline)

Banyak titik di ruas Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun yang kondisinya rusak berat dan juga longsor yang tidak ditangani hingga akhir Oktober 2020 ini mendapat respons dari masyarakat pengendara sepeda motor.

Adang, pengendara sepeda motor yang melintasi jalan yang rusak berat di wilayah Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur ini kepada Medikomonline, 28 Oktober 2020 lalu menggambarkan kondisi kerusakan jalan seperti kolam yang dipenuhi air.

Menurutnya, perbaikan kerusakan jalan ini lamban sehingga banyak genangan air di jalan yang berlubang. “Jalan yang rusak juga lubangnya telah besar dan dalam,” kata Adang.

Kondisi jalan yang rusak berat ini kata Adang, berpotensi besar membahayakan para pengendara, khususnya sepeda motor. Apalagi ruas Jalan Soreang – Rancabali - Cidaun sering dilalui rombongan sepeda motor dari arah Bandung menuju daerah wisata pantai selatan di daerah Cidaun dan sekitarnya.  


Kondisi jalan di ruas Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun banyak mengalami rusak berat hingga 28 Oktober 2020 tidak ada penanganan. (Foto: Medikomonline)

Kondisi jalan yang rusak berat ini telah disampaikan Medikom kepada Kepala Satker PJN Wilayah II Jawa Barat. Kemudian pada tanggal 17 November 2020 Redaksi Medikom mendapatkan surat penjelasan dari PPK 2.5 Provinsi Jawa Barat yang dikirim ke email Redaksi Medikom. Surat penjelasan yang bertanggal 6 November 2020 tersebut ditandatangani oleh PPK 2.5 Provinsi Jawa Barat Pietoyo Larastomo ST.

Dalam surat penjelasannya, Pietoyo Larastomo menjelaskan, maksud dan tujuan pelaksanaan Paket Preservasi Jalan Soreang - Rancababali - Cidaun sepanjang 84,3 Km.  “Maksud dan tujuan pelaksanaan Paket Preservasi Jalan Soreang - Rancababali - Cidaun adalah menjaga kondisi jalan nasional yang mantap sehingga mobilisasi kendaraan orang dan barang dapat berjalan dengan baik sehingga meningkatkan perekonomian daerah,” katanya.

Pietoyo Larastomo juga menjelaskan beberapa pembagian kerja Preservasi Jalan Soreang - Rancababali – Cidaun tahun 2020. Pertama, penanganan efektif pekerjaan pelebaran jalan menurut standar dengan lebar rencana efektif badan jalan 6 meter dilaksanakan sepanjang 400 meter di Kecamatan Naringgul STA 220+660 yang saat ini sedang dalam proses pelaksanaan.


Kondisi jalan longsor di ruas Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun hingga 28 Oktober 2020 tidak ada penanganan. (Foto: Medikomonline)

Kedua, penanganan efektif pekerjaan Rehabilitasi Mayor dan Minor (Pelapisan Aspal AC-BC dan AC WC) di beberapa titik segmen yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan, yaitu: Segmen l (STA36+900), Segmen 2 (STA42+500), Segmen 3 (STA58+400), Segmen 4 (STA229+500), Segmen 5 (STA223+100), Segmen6 (STA221+310).

Ketiga, penanganan efektif pekerjaan drainase berupa penggalian dan pemasangan U-Ditch di 1 titik segmen yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan.

Keempat, penanganan efektif pekerjaan preventif dengan slurry seal di titik STA 217+700. Kelima, pekerjaan pemeliharaan rutin jalan di luar penanganan efektif berupa penambalan lubang berupa patching yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan.

Penanganan efektif pekerjaan Rehabilitasi Mayor dan Minor (Pelapisan Aspal AC-BC dan AC WC) di ruas Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun pada tangagl 28 Oktober 2020. (Foto: Medikomonline)

Penanganan Jalan Soreang - Rancababali – Cidaun secara rutin terus dipantau Medikom mulai tahun 2017 hingga tahun 2020 saat ini.

1.Paket Preservasi Rehabilitasi Tegalbuleud - Cidaun - Bts. Bandung/Cianjur tahun 2017 dimenangkan oleh PT Seneca Indonesia.

2.Paket Preservasi Rehabilitasi Soreang - Rancabali – Cidaun Tahun 2018 dimenangkan oleh PT. Ris Putra Delta.

3.Paket Preservasi Jalan Soreang - Rancabali – Cidaun Tahun 2019 dimenangkan oleh PT. Lie Jasin Engineering.

4.Paket Preservasi Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun Tahun Anggaran 2020 ini dimenangkan oleh PT. Lie Jasin Engineering.

Dalam dua tahun terakhir 2019 dan 2020, Preservasi Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun ini dimenangkan oleh PT. Lie Jasin Engineering.


Tag : No Tag

Berita Terkait