Loading

Klinik Citra Insani Ala Profesor Mochammad Yusuf Spesialis Penyembuh Kanker dan Tumor


Penulis: Soni Johari/Editor: Mbayak Ginting
18 Hari lalu, Dibaca : 112 kali


Klinik Citra Insani yang terletak di Jalan Selabintana Km 3,5 Kampung Selaawi Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI, Medikomonline.com - Dengan suasana sejuk dan banyak pohon, pengobatan pasien menjadi lebih rilek. Kini hadir Klinik Citra Insani yang terletak di Jalan Selabintana Km 3,5 Kampung Selaawi Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,  Email : mYusufYcif@citrainsani.com,  Telp +62 266 221467- +62 266 211038. + 62 266 230414.                                                 

Profesor Muchammad Yusuf menyampaikan, Senin (9/5/2022), dalam penanganan penyakit kanker dan tumor, proses pengobatan tradisional dalam penanganannanya dibantu medis. Dengan cara ini memerlukan waktu lama tergantung pada stadium kanker.

Namun yang jelas, kata Yusuf, bangkitnya para pasien dengan tekad bulat melawan penyakit kanker yang dia derita. Di dalam pengobatan tanpa menggunakan radio terapi operasi dan penyinaran .

Yusuf menegaskan, dengan berdirinya Klinik Citra Insani ini pada tahun 1988 lalu atau 34 tahun yang lalu, dengan arah melintang dan perjuangan dari Profesor Muhamad Yusup,  awalnya praktek di Rumah Sakit Akabri Sukabumi waktu itu.

“Dengan perpindahan Akabri ke Magelang, waktu itu saya mengundurkan diri, yang kebetulan masuk ke Rumah Sakit Islam yang ada di Cibolang waktu pada tahun 1980. Dan saya mengisi Rumah Sakit Islam, waktu itu banyak pasien yang kena kanker berobat ke Rumah Sakit Islam yang dikatakan semua pasien tidak tertolong waktu itu. Waktu itu saya berpikir bagaimana mengatasi pasien yang kena kanker tersiksa hidupnya yang bayangannya kematian,” ungkap Yusuf.

Lanjutnya, waktu itu pasien pertama adalah wanita, umurnya berkisaran 25 tahun terkena kanker payudara duanya di Golontara. Dia tinggal bersama pamannya karena orang tuanya telah meninggal dunia.

“Pasien wanita itu sudah lama ikut sama kita waktu di Rumah Sakit Akabri antara tahun 1980.  Keluarga pasien minta tolong, sementara kalau di Golontara harus dibuang kedua payudaranya karena penyakit kunker,” ujarnya.

“Dan pada waktu itu saya membuat obat belum sempurna, kalau medis belum ada obatnya. Si pasien sakit bukan kepalang, pada akhirnya sakinya hilang karena sudah tidak aktif menggerogoti. Padahal tidak pernah ngasih obat sakit , sementara di payudaranya kanan kiri ada benjolan sebesar telor sebelah kanan, sedangkan sebelah kiri ada benjolan kecil.

Waktu itu dia menginap rawat 1 tahun, benjolannya sudah mengecil. Obatnya berbentuk ramuan jamu dan buat ditempel pada payudara. “Waktu perawatannya sampai satu setengah tahun sampai hilang benjolan dan tetap intensif dalam pemeriksaannya,” tuturnya. 

Tag : No Tag

Berita Terkait