Loading

Chief Mate Syaiful Rohmaan


Penulis: Syah Ma’mur/Editor: Dadan Supardan
3 Bulan lalu, Dibaca : 3543 kali


Chief Mate Syaiful Rohmaan

BANDUNG, medikomonline.com – Pembaca Medikom, negara Indonesia semenjak zaman Nusantara dahulu sangat melegenda dengan pelaut-pelaut ulung penjelajah dunia. Untuk meneruskan estafet pelaut-pelaut Nusantara, Presiden Republik Indonesia Haji Ir Joko Widodo mencanangkan agenda Indonesia Poros Maritim Dunia pada pertemuan East Asia Summit ke-9 di Nay Pyi Taw Myanmar, 13 November 2014.

Agenda besar Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dijawab dan dijalani oleh Chief Mate Syaiful Rohmaan (Chief Mate: perwira senior, perwira utama departemen deck, tugas & tanggung jawab langsung kepada Nahkoda Kapal).

Dalam interview langsung saya dengan Pelaut Syaiful saat kapalnya sedang labuh jangkar di Kepulaun Seribu Jakarta, perwira pelaut muda kelahiran Jakarta 29 Oktober 1978 dan selalu istiqomah shalat 5 waktu serta rutin puasa Daud ini menuturkan awal mulanya dia tertarik menjadi Perwira Pelaut untuk melihat dunia.

Syaiful termotivasi untuk keliling melihat dunia sewaktu ia melihat orang tuanya sering dinas ke luar negeri. Setelah menamatkan sekolah di SMUN 3 Kupang, Nusa Tenggara Timur(NTT), Syaiful mendapatkan informasi akurat dari guru sekolahnya, almarhumah Wati Leo bahwa anak kandung laki-lakinya adalah seorang Cadet Taruna angkatan 30 BPLP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran) Semarang Jawa Tengah.

Satu kali pertemuannya dengan senior angkatan 30 BPLP Semarang, anak laki-laki kandung dari almarhumah Wati Leo, guru SMUN 3 Kupang NTT, membuat Syaiful semakin yakin dan bertekad untuk menjadi seorang Cadet Taruna Pelaut. Ia mendaftar sebagai SIPENCATAR (Seleksi Penerimaan Calon Taruna) di Dinas Perhubungan Kupang NTT. Pilihan Syaiful adalah AIP/PLAP(Akademi Ilmu Pelayaran/Pendidikan Latihan Ahli Pelayaran---Sekarang STIP/Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta.

Syaiful mengikuti seleksi demi seleksi SIPENCATAR secara bertahap dan bisa dilaluinya dengan nilai yang sangat bagus. Syaiful lulus seleksi dan bersiap untuk masuk sebagai Cadet Taruna Kampus AIP/PLAP Jakarta. Akan tetapi ada cerita yang unik, kata Syaiful bahwa rezeki dan jalan hidup setiap insan ditentukan oleh Tuhan. Karena kesalahan penulisan kode kampus oleh panitia seleksi SIPENCATAR, kode tujuan kampus SIPENCATAR Syaiful terdaftar di kampus BPLP Semarang (sekarang PIP/Politeknik Ilmu Pelayaran) Semarang Jawa Tengah.

Keyakinan Syaiful sudah sangat kuat untuk menjadi Perwira Pelaut. Syaiful tetap melangkah maju ke BPLP Semarang dengan 10 calon Cadet seleksi Kupang NTT yang tereliminasi menjadi 8 orang Cadet asal pendaftaran SIPENCATAR Dishub Kupang  NTT. Berangkat dan bergabunglah Syaiful dengam 8 orang Cadet untuk bergabung dengan ratusan Calon Cadet BPLP Semarang angkatan 35.

Di Kampus BPLP Semarang Syaiful menjalani masa basis dan pendidikan. Pada masa basis berpangkat SIPENCATAR, naik pangkat menjadi Cadet, naik lagi menjadi Taruna Muda, selanjutnya menjadi Taruna Prola (Projek Laut) dengan 2 tahun pelajaran teori di kampus dan 1 tahun projek berlayar.

Selesai projek berlayar, Cadet Taruna kembali masuk kampus untuk menyelesaikan skripsi. Setelah menamatkan pendidikan di BPLP Semarang, Pelaut Syaiful dan ratusan Cadet Taruna BPLP Semarang dilantik menjadi Perwira Muda dengan gelar Sarjana Terapan Pelayaran disingkat S.Tr.Pel serta untuk gelar laut ANT III (Ahli Nautika Tiingkat III).

Selama 17 tahun berlayar dan berkarier sebagai perwira Pelaut, Chief Mate Syaiful dan kapalnya sudah berkeliling seluruh Jazirah Timur Tengah dan seluruh kawasan Asia Tenggara. Pengalaman- pengalaman luar biasa sebagai perwira pelaut sudah dikecap Chief Mate Syaiful. Di antaranya dengan kapal Crest Onyx menjalankan misi operasi pengangkatan ekor pesawat Air Asia tipe Airbus A320 yang terbang dari Surabaya Jawa Timur dengan tujuan Singapura yang jatuh di dekat Selat Karimata Laut Jawa pada 28 Desember 2014.

Cheif Mate Syaiful sekarang bekerja di Kapal Pacific Radiance International Singapore. Sebagai wujud dukungan penuh pengabdian dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bukti Nasionalisme sebagai anak bangsa Indonesia, Chief Mate Syaiful sangat mendukung Agenda Presiden Haji Ir Joko Widodo untuk Agenda besar Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Chief Mate Syaiful mengajak generasi zaman now untuk berkarier sebagai Perwira Pelaut. Dengan notes, persiapkan diri belajar serius, khususnya matematika, fisika, bahasa Inggris harus di atas rata- rata. Karena untuk menjadi seorang Perwira Pelaut di kapal luar negeri bukan hanya cerdas dan pintar yang diperlukan, tapi mental baja harus ada dalam diri Perwira Pelaut. Karena gaji puluhan ribu US Dollar Perwira Pelaut berbanding lurus dengan pengorbanan besar Perwira Pelaut yang bekerja betahun-tahun di atas kapal.

#Join The Sailor You See The World#.

Tag : No Tag

Berita Terkait