Loading

GANJAR PRANOWO CALON PRESIDEN, NILAI UNGGUL YANG DIMILIKI BERDIRI DI SEGALA GOLONGAN MEMAYUNGI SEMUANYA


Penulis: Mansurya Manik
21 Hari lalu, Dibaca : 75 kali


Mansurya Manik

Oleh Mansurya Manik

#pegiat pendidikan

 

Setelah kepemimpinan Presiden Joko Widodo di tahun 2024, rakyat Indonesia butuh pemimpin terbaik dari yang paling baik. Hal ini dibutuhkan untuk menghadapi dinamika politik global pasca Rusia menganeksasi Ukraina, lalu secara terang terangan Cina semakin gencar mengklaim dan mengkampanyekan Laut Natuna Utara wilayah Indonesia menjadi bagian wilayah Cina, serta Amerika yang tidak ingin kehilangan pengaruhnya dalam tatanan ekonomi global yang tentu saja semua itu akan berimbas pada stabilitas ekonomi dan politik nasional. Untuk menghadapi itu semua, rakyat Indonesia harus memiliki pemimpin unggul dengan karakter yang kuat seperti pohon kebaikan (kasyajarotin thoyyibatin ashluhaa tsaabitun wafar’uhaa fissamaai) akarnya kuat menghunjam ke bumi dan dahannya rindang menjulang tinggi ke langit menghasilkan buah lebat yang dapat dinikmati dan menaungi siapa saja yang membutuhkannya.

Bahasa sederhananya rakyat Indonesia harus memiliki “Pemimpin yang berdiri di segala golongan memayungi semuanya”. Inilah philosofische gronslag dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengarkan kembali Sumpah Pemuda para pendiri Negara Indonesia, para pemuda yang berlatar belakang adat budaya, agama, suku bangsa yang berbeda beda kemudian bersumpah dibawah ancaman senjata penjajah Belanda untuk bersatu mendirikan satu negara baru, Negara Indonesia sebuah negara yang belum ada sebelumnya, sebuah negara dengan cita cita “berdiri di segala golongan memayungi semuanya”. Inilah  sumpah keramat, barang siapa melanggarnya akan terkena tulah mempertanggung jawabkan perbuatan pelanggaran sumpah itu di hadapan arwah para pendiri negara yang telah berjuang dengan harta, darah dan nyawa untuk terwujudnya Indonesia merdeka; ”Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, Kami putra dan putri Indonesia  mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Simak dan dengarkan kembali pidato Bung Karno di hadapan sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosa-kai (BPUPKI) ketika Dr KRT Radjiman Wedyodiningrat Ketua Dokuritu Zyunbi Tyoosa-kai (BPUPKI) meminta peserta rapat menyampaikan buah pikiran atas pertanyaannya “ apa dasar Negara Indonesia jika kelak merdeka ?. Dalam pidatonya Bung Karno menyampaikan : ”… sama mencari kita bersama persatuan philosofische gronslag, mencari satu weltanschauung yang kita semua setuju. Saya katakana lagi setuju, yang saudara Yamin setujui, yang Ki Bagoes setujui, yang Ki Hajar setujui, yang saudara Sanoesi setujui, yang saudara Abikoesno setujui, yang saudara Lim Koen Hian setujui, pendeknya kita semua mencari satu modus. Tuan Yamin, ini bukan compromise, tetapi kita bersama sama  mencarai satu hal yang kita bersama sama setujui. Apakah itu ?. pertama tama saudara saudara , saya bertanya : apakah kita hendak mendirikan Indonesia merdeka untuk sesuatu orang, untuk sesuatu golongan ?. mendirikan negara Indonesia merdeka tetapi sebenarnya hanya untuk mengagungkan satu orang, untuk memberi kekuasaan kepada satu golongan kaya, untuk memberi kekuasaan pada satu golongan bangsawan? Apakah maksud kita begitu? Sudah tentu tidak !. Baik saudara saudara yang bernama kaum kebangsaan disini, maupun saudara saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan demikian kita punya tujuan. Kita mendirikan suatu negara semua buat semua..!”

Renungkanlah kembali peristiwa yang sangat genting pada tanggal 18 Agustus 1945 tentang  amandemen Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ketika Ki Bagoes Hadikoesoemo tokoh Islam Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada waktu itu, yang sangat keras mempertahankan kalimat “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya”. Karena sikap kenegarawanan beliau lalu bersedia mengubah kalimat tersebut menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Ki Bagoes Hadikoesoemo ingin Negara Kesatuan Republik Indonesia ada di atas segala golongan memayungi semuanya.

Inilah philosofische gronslag, satu weltanschauung, fondasi utama tegaknya Negara Indonesia, dan pemimpin yang mampu memperkokoh fondasi utama inilah yang dibutuhkan rakyat Indonesia. Berdasarkan rekam jejak yang dapat di lihat di mesin pencarian berita,  Ganjar Pranowo memiliki nilai rata-rata diatas bakal Calon Presiden Republik Indonesia 2024 yang lain.

Wallahua’lam bish-showab.

Tag : No Tag

Berita Terkait