Loading

Daddy Rohanady: Idealnya Kerusakan Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet Tidak Terjadi


Penulis: IthinK
8 Bulan lalu, Dibaca : 368 kali


Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady.

Bandung, Medikomonline.com – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menanggapi kerusakan Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet ini dikerjakan oleh penyedia jasa PT. Banyuaji Sejahtera Abadi dengan nilai kontrak Rp.32.099.419.000,00.

Menurut Daddy, kerusakan jalan Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet seharusnya tidak terjadi. “Idealnya memang tak terjadi,” tegas Daddy kepada Medikom, Jumat (17/11/2023) menanggapi banyaknya aspal jalan yang telah retak dan berlubang dalam proyek tersebut.

Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet ini berada di bawah pengelolaan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan pengamatan Tim Redaksi Medikom di lokasi Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi - Cibeet pada tanggal 10 Oktober 2023 lalu, ditemukan banyak aspal jalan yang telah retak dan berlubang serta banyak bekas tambal sulam aspal/patching.

“Saya kira, kawan-kawan UPTD Dinas BMPR punya tools kontrol semua pekerjaan. Jika ruasnya cukup panjang, pasti ada saja hal-hal semacam ini. Yang paling utama adalah secepatnya cari solusi (kerusakan jalan-red),” kata Daddy mengingatkan.

Menurutnya, itulah salah satu manfaat Perda Pembinaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi. “Dengan Perda tersebut, DBMPR memiliki dasar bertindak yang jauh lebih kuat,” jelas Daddy yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Barat ini.

Berdasarkan pengamatan Tim Redaksi Medikom di lokasi Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi - Cibeet pada tanggal 10 Oktober 2023 lalu, ditemukan banyak aspal jalan yang telah retak dan berlubang serta banyak bekas tambal sulam aspal/patching. (Foto: Medikom)

Kondisi aspal hasil pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet yang telah banyak retak dan berlubang ini menimbulkan kekecewaan masyarakat pengguna jalan.

Saat di lokasi pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet, salah seorang pengguna jalan, Asep kepada Medikom mengatakan,  aspal jalan yang banyak retak dan berlubang ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

“Hasil pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet yang menelan biaya puluhan miliar ini mengecewakan,” katanya kepada Medikom, Selasa (10/10/2023) lalu.

Kekecewan serupa juga disampaikan Dadang karena melihat hasil Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet telah banyak rusak. “Sebagai pengguna jalan jelas sekali mengecewakan hasil Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet ini. Mengapa aspal jalan cepat berlubang dan retak?” tanya Dadang terheran.

Dadang mengingatkan Dinas Bina Marga Jawa Barat agar serius dalam menangani Jalan Cileungsi – Cibeet ini. “Kalau aspal jalan sudah banyak retak dan berlubang begini, masyarakat yang dirugikan. Jangan sampai  Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet hanya sebatas proyek rutinitas tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan jalan,” ungkap Dadang kepada Medikom di lokasi Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet, Selasa (10/10/2023) lalu.

Temuan kerusakan Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet ini telah dikonfirmasikan oleh Medikom kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono pada18 Oktober 2023 lalu. Foto-foto kerusakan jalan tersebut turut dilampirkan dalam surat konfirmasi tertulis tersebut.

Sayangnya sampai saat ini, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono tidak memberikan tanggapan atau jawaban atas banyaknya kerusakan pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet ini.

Demikian juga Ade Subhan selaku PPK Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet tidak memberikan jawaban atas kondisi Pemeliharaan Berkala Jalan Cileungsi – Cibeet yang telah banyak retak dan berlubang.      

Tag : No Tag

Berita Terkait