Penulis: Ganda Tb
9 Jam lalu, Dibaca : 35 kali
CIMAHI, Medikomonline.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi akan mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di ruas jalan Gatot Subroto sekaligus menjadikan sejumlah ruas jalan lainnya sebagai jalur alternatif.
Langkah tersebut dilakukan Disub Kota Cimahi sebagai konsekuensi dari dimulainya pembangunan underpass Gatsu (Gatot Subroto) dan pemeliharaan jembatan di jalan Demang Hardjakusumah (kawasan komplek Pemkot Cimahi).
Disampaikan Kepala Dishub Kota Cimahi, Endang, rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan pada Rabu (19/8/2026), sehubungan dengan akan mulai ditutupnya jalan Gatot Subroto dan jalan Demang Hardjakusumah di hari yang sama.
Yang harus menjadi perhatian masyarakat adalah bahwa pengerjaan dua proyek besar tersebut akan berdampak pada kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi.
Namun Endang memastikan seluruh persiapan rekayasa lalu lintas telah ia lakukan, termasuk penempatan 73 personel Dishub Kota Cimahi di 23 titik gatur yang juga akan didukung TNI dan Polri.
“Petugas di lapangan juga akan didukung Polres, Subdenpom Cimahi, dan Garnisun,” kata Endang.
Bahkan untuk mendukung kinerja petugas di lapangan, pihaknya juga akan menempatkan petunjuk arah portable di titik-titik yang dianggap perlu untuk menjadi informasi bagi pengguna jalan.
Pembangunan underpass Gatsu dan pemeliharaan jembatan yang akan memakan waktu cukup lama, membuat Dishub Kota Cimahi gencar melakukan sosialisasi melalui media sosial sejak beberapa waktu sebelumnya.
“Pembangunan underpass insya Allah akan berjalan lima bulan ke depan sampai akhir tahun. Kemudian dalam waktu bersamaan kita juga lakukan penutupan jalan untuk pemeliharaan jembatan Pemkot yang akan memakan waktu 2-3 bulan,” ungkapnya.
Selama waktu proyek berjalan, pihaknya berjanji akan terus berupaya mengantisipasi kemacetan, termasuk dengan mengarahkan kendaraan untuk dialirkan menuju jalur alternatif.
Kuncinya, kata Endang, masyarakat dan pengguna jalan diharapkan mengikuti petunjuk arah dan petugas yang tersebar di lapangan.
“Mungkin karena jalannya nanti akan sedikit memutar, maka konsekuensinya ada penambahan durasi waktu (perjalanan). Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat agar mengatur waktu keberangkatan mungkin lebih pagi, atau yang biasanya menggunakan R4 sementara menggunakan R2 dan angkutan umum,” kata Endang.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back