Loading

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Baharkam Polri Bersinergi dengan Masyarakat Gelar Panen Raya Jagung


Reporter: Yonif - Editor: Yonif
4 Hari lalu, Dibaca : 58 kali


Panen raya jagung seluas 20 hektar di wilayah Gantar Indramayu, Minggu (12/4/2026) (Foto: Ist/Hyf)

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Baharkam Polri Bersinergi dengan Masyarakat Gelar Panen Raya Jagung

Senin, 13 April 2026 | Pukul: 08.18 WIB

Pembina Kelompok Tani Mitra Baharkam : H. Mulyadi, Program tersebut dinilainya selain meningkatkan produksi pangan, kegiatan ini juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

INDRAMAYU, MEDIKOMONLINE.COM – Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Doa Bangsa dan masyarakat desa Mekarsari Kecamatan Gantar, melangsungkan panen raya jagung hibrida seluas 20 hektare dari luas keseluruhan mencapai 150 hektare.

Panen raya jagung ini merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang dicanangkan presiden Prabowo Subianto.

Panen raya digelar di lahan seluas 10 hektare dari kurang lebih 150 hektare dengan total produksi mencapai 50 ton jagung. Hasil panen tersebut selanjutnya disalurkan melalui Perum Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Kabag Opsnalev Baharkam Mabes Polri, Brigjen Mochamad Khodzin, menyampaikan bahwa capaian tersebut tergolong memuaskan. Ia menjelaskan, program penanaman jagung yang dilakukan di lahan Perhutani dan milik warga dengan total luas sekitar 150 hektare, sejauh ini telah memasuki tahap panen di sebagian area.

“Dari 20 hektare yang sudah dipanen, rata-rata produktivitas mencapai 5 ton per hektare. Ini tentu menjadi hasil yang menggembirakan,” jelas Khodzin usai melaksanakan panen raya jagung hibrida, Minggu (12/4/2026) di Gantar Indramayu.

Keberhasilan ini, kata Khodzin tidak hanya mencerminkan peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga menunjukkan kuatnya kolaborasi antara Polri, petani, dan masyarakat dalam mendorong sektor pangan.

Program penanaman jagung hibrida ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Keterlibatan aparat kepolisian dinilai menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian pangan di daerah.

Kegiatan panen raya turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran kepolisian sektor setempat, pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga pihak Perhutani. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti nyata pendekatan kolaboratif dalam pembangunan sektor pertanian.

Penasihat Forum Komunikasi Doa Bangsa, H. Widodo, menegaskan bahwa peran Polri kini semakin luas, tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga aktif mendukung program strategis pemerintah.

“Keterlibatan langsung kepolisian dalam pendampingan petani menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Kami ingin memastikan program ketahanan pangan benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi lintas sektor dalam merealisasikan visi besar pemerintah, termasuk yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto, dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Sementara itu, pembina kelompok tani mitra Baharkam, H. Mulyadi, menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia menilai, selain meningkatkan produksi pangan, kegiatan ini juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Program ini membuka peluang kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami optimistis ke depan hasilnya akan semakin meningkat,” katanya.

Keberhasilan panen raya jagung hibrida di Indramayu ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, langkah konkret seperti ini dinilai penting dalam memperkuat pondasi ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.*** (Hyf)

Editor : Yonif

Tag : No Tag

Berita Terkait