Loading

Dinkes Kota Sukabumi Prioritaskan Pengobatan Anak-Anak Pengidap TBC


Reporter: Soni Johari
1 Jam lalu, Dibaca : 34 kali


Ida Halimah S.K.M., M.Si.

SUKABUMI, MedikomonlinePemerintah kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan menerima penyerahan donasi obat anti tuberkulosis (OAT) untuk anak dari Indofarma TBK, Senin 21 September 2026 di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi. Turut hadir Wali Kota Sukabumi, OPD, Direktur Indofarma, dan undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah S.K.M., M.Si. mengatakan angka penemuan sampai dengan September mencapai 21.021. Semakin banyak temuan, ujar Ida Halimah lebih bagus sebagai bahan untuk menanggulangi TBC. Karena memang penyakit itu seperti gunung es.

Ia bersyukur hari ini ada donasi dari Direktur Indofarma TBK obat khusus untuk anak TBC sebanyak 977 paket untuk anak di kota Sukabumi.

Pemerintah kota Sukabumi tentunya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada PT Indofarma karena kota Sukabumi menjadi salah satu kota dan kabupaten yang mendapatkan donasi obat TBC khusus anak.

Direktur Utama PT Indofarma TBK Sahat Sihombing mengatakan sebagai badan usaha milik negara mempunyai tanggung jawab sosial dan peduli untuk turut menangani penyakit tersebut.

“Kami produsen yang memproduksi obat yang ada di Cibitung memberikan donasi agar Pemerintah Kota Sukabumi dapat melakukan langkah-langkah untuk mencegah dan mengobati para anak yang mengalami penyakit TBC,” tutur Sahat Sihombing.

Dikatakan, paket yang ada jumlahnya 977 paket. Ada katagori berat badan anak yang diberikan selama 6 bulan. Itu masa intensif. Lalu 4 bulan tahap lanjutan 1 paket yang diproduksi di Indofarma TBK.

“Obat-obat ini termasuk katagori merah dan termasuk serep dokter. Saya serahkan ke dinas kesehatan dan ini tidak dijual bebas,” tegasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Dena Yuliavina, S.Kep.Ners.MKN mengatakan telah ditemukan kasus TBC anak sebanyak 419 kasus di kota Sukabumi. Kemudian TBC HIV anak 50 kasus dan TBC (RO) resisten obat sebanyak 41 kasus. Yang sedang ditanggulangi cukup banyak. Targetnya pun di atas 100 persen.

“Jadi sampai akhir tahun bisa mencapai di atas 150 persen. TBC itu terkait status ekonomi dan ketidaktahuan keluarga dalam merawat anak dan penyakit TBC itu berkaitan dengan status gizi dan pendidikan. Kita pun bekerja sama dengan dinas sosial untuk pemetaan di mana saja pasen TbC, tidak hanya pasen anak yang termasuk katagori desil 1 sampai dengan 4 yang nantinya akan diberikan oleh dinas sosial,” ungkapnya. (Soni Johari)

Tag : No Tag

Berita Terkait