Loading

Konser 3 Dekade: Rindu Sumayyah, Perayaan Sebuah Legasi


Reporter: Syah Ma'mur
12 Jam lalu, Dibaca : 43 kali


(Lapangan Gasibu Bandung Jabar 2002 Konser Persaudaraan bersama Grup nasyid HIJJAZ,hak cipta Foto Harmony Enterprise Bandung dan Blackboard Musik Label)

Memasuki usia tiga dekade, Hijjaz menghadiahkan sebuah persembahan istimewa melalui Konsert Hijjaz 3 Dekade : Rindu Sumayyah yang berlangsung di Istana Budaya Malaysia.

Konser selama dua malam suntuk tersebut mendapat sambutan luar biasa dengan tiket yang habis terjual (sold out). Perhelatan ini sekaligus menjadi perayaan perjalanan panjang Hijjaz dalam mewarnai industri musik nasyid Malaysia.

Tepat pukul 8.30 malam waktu Malaysia/Indonesia 19.30 WIB, pertunjukan dibuka dengan lantunan Asmaul Husna sebelum dilanjutkan tayangan montaj menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Diiringi Orkestra Simfoni Kebangsaan, empat personel Hijjaz, yaitu Munif, Isman, Faizal dan Ariffin, membawakan 32 buah lagu yang menjadi bagian penting dari perjalanan karier mereka.

Sejumlah lagu yang dipersembahkan antara lain Bismillah, Zapin Kesyukuran, Dia Kekasih Allah, Fatamorgana dan Pelita Hidup.

Suasana semakin meriah ketika Hijjaz membawakan medley Meniti Mimpi, Sebelum Terlena dan Malam. Interaksi hangat antara para personel dengan penonton juga menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kedekatan mereka dengan penggemar.

Bagi Hijjaz, dukungan para penggemar yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak era kaset merupakan penghargaan yang sangat berarti.

“Terima kasih atas doa untuk berhibur bersama kami. Ada yang mengikuti Hijjaz dari masa masa awal pada zaman era kaset,” ujar Isman.

Konser dilanjutkan dengan lagu-lagu bernuansa kerohanian seperti Rindu, Jalan Bahagia, Yang Maha Penyayang, serta medley Rabbi Sallimna, Hukum Tuhan dan Mesra Desa.

Salah satu momen paling emosional terjadi ketika Hijjaz membawakan Kau Sahabat Kau Teman sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang mantan personel mereka, Allahyarham Mohd Salleh Ramli.

Persembahan kemudian berlanjut dengan lagu-lagu populer lainnya, termasuk Qasidah, Rasulullah, Irama Kasih, Ritma Kehidupan, Gurindam Berkasih, Permaisuri Hatiku dan Berkorban Demi Cinta.

Melibatkan Generasi Penerus Nasyid

Tidak hanya merayakan perjalanan Hijjaz, konser ini juga menjadi ruang untuk memperlihatkan kontribusi mereka dalam melahirkan dan membina generasi penerus musik nasyid.

Sejumlah grup yang pernah berada di bawah naungan pengurusan HRSB (Hijjaz Record Sendirian Berhad) turut tampil diatas panggung yang sama, di antaranya In-Team,UNIC,Aeman, Mestica.

Masing-masing membawakan lagu nasyid andalan seperti Kasih Kekasih,Ainul Mardhiah, Buatmu Ibu,Puteriku Sayang.

Panggung semakin menarik dengan kehadiran Hijjaz Junior yang diperkuat anak-anak para personel Hijjaz melalui lagu nasyid Cahaya Ilahi.

Rangkaian penampilan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Hijjaz tidak hanya berhenti pada eksistensi sebuah grup, tetapi juga mencakup kontribusi terhadap perkembangan ekosistem musik nasyid Malaysia.

Lagu-lagu lainnya seperti Sifat Mahmudah, Mata Hati, Kawan, Dunia Yang Sepi dan Sunnah Orang Berjuang (nasyid Sunnah Orang Berjuang adalah nasyid evergreen dari zaman group nasyid Nadamurni) turut melengkapi kemeriahan konser.

Dalam kesempatan tersebut, Faizal juga mengungkapkan bahwa Hijjaz baru saja menerbitkan album terbaru setelah sekitar 15 tahun tidak merilis album, dengan enam lagu di dalamnya.

“Kami baru sahaja terbitkan album baharu setelah 15 tahun tidak keluarkan album yang memuatkan enam buah lagu,” ungkap Faizal.

Konser yang berlangsung hampir tiga jam itu kemudian ditutup dengan lagu Lukisan Alam dan Terima Kasih Segalanya sebelum Hijjaz menghadiahkan lagu legendaris Sumayyah sebagai penutup persembahan.

Tiga Dekade, Dua Negara, Satu Kecintaan terhadap Nasyid

Bagi saya, perjalanan tiga dekade Hijjaz merupakan bagian dari sejarah panjang hubungan musik nasyid/musik religi Indonesia dan Malaysia.

Sebelum dunia digital berkembang seperti sekarang, karya-karya Hijjaz telah lebih dahulu menyeberangi batas negara melalui kaset, VCD, televisi dan panggung pertunjukan.

Lagu-lagu mereka dikenal, dinyanyikan dan diapresiasi oleh masyarakat Indonesia.Konser Hijjaz di Bandung dan Jakarta ketika dulu  menjadi saksi bahwa musik nasyid Malaysia pernah memiliki basis penggemar yang sangat kuat di Tanah Air Republik Indonesia.

Kini,setelah tiga dekade berkarya, Hijjaz kembali membuktikan bahwa musik yang membawa pesan kebaikan, nilai kemanusiaan dan kerohanian tidak mudah kehilangan tempat di hati pendengarnya.

Bagi saya pribadi, Hijjaz bukan sekadar kumpulan nasyid dari Malaysia. Mereka adalah bagian dari perjalanan panjang kecintaan saya terhadap musik nasyid, sebuah perjalanan yang dimulai sejak era kaset dan terus berlanjut hingga era musik digital hari ini.

Selamat berkah sukses untuk konser tiga dekade  Hijjaz,Barakallahu Fikum. Semoga terus berkarya, menyebarkan pesan kebaikan dan mempererat ukhuwah melalui musik nasyid di Indonesia Malaysia dan berbagai belahan dunia.            #SudahSunnahOrangBerjuang

#MengembaraDanBerkelana

#MiskinDanPapahJadiTradisi

#MerenggangDenganAnakDanIstri

Tag : No Tag

Berita Terkait