Reporter: Syah Ma'mur
12 Jam lalu, Dibaca : 43 kali
Memasuki usia tiga dekade, Hijjaz menghadiahkan sebuah persembahan istimewa melalui Konsert Hijjaz 3 Dekade : Rindu Sumayyah yang berlangsung di Istana Budaya Malaysia.
Konser selama dua malam suntuk tersebut mendapat
sambutan luar biasa dengan tiket yang habis terjual (sold out). Perhelatan ini
sekaligus menjadi perayaan perjalanan panjang Hijjaz dalam mewarnai industri
musik nasyid Malaysia.
Tepat pukul 8.30 malam waktu Malaysia/Indonesia 19.30
WIB, pertunjukan dibuka dengan lantunan Asmaul Husna sebelum dilanjutkan
tayangan montaj menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Diiringi Orkestra Simfoni Kebangsaan, empat personel
Hijjaz, yaitu Munif, Isman, Faizal dan Ariffin, membawakan 32 buah lagu yang
menjadi bagian penting dari perjalanan karier mereka.
Sejumlah lagu yang dipersembahkan antara lain
Bismillah, Zapin Kesyukuran, Dia Kekasih Allah, Fatamorgana dan Pelita Hidup.
Suasana semakin meriah ketika Hijjaz membawakan medley
Meniti Mimpi, Sebelum Terlena dan Malam. Interaksi hangat antara para personel
dengan penonton juga menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kedekatan
mereka dengan penggemar.
Bagi Hijjaz, dukungan para penggemar yang telah
mengikuti perjalanan mereka sejak era kaset merupakan penghargaan yang sangat
berarti.
“Terima kasih atas doa untuk berhibur bersama kami.
Ada yang mengikuti Hijjaz dari masa masa awal pada zaman era kaset,” ujar
Isman.
Konser dilanjutkan dengan lagu-lagu bernuansa
kerohanian seperti Rindu, Jalan Bahagia, Yang Maha Penyayang, serta medley
Rabbi Sallimna, Hukum Tuhan dan Mesra Desa.
Salah satu momen paling emosional terjadi ketika
Hijjaz membawakan Kau Sahabat Kau Teman sebagai bentuk penghormatan untuk
mengenang mantan personel mereka, Allahyarham Mohd Salleh Ramli.
Persembahan kemudian berlanjut dengan lagu-lagu
populer lainnya, termasuk Qasidah, Rasulullah, Irama Kasih, Ritma Kehidupan,
Gurindam Berkasih, Permaisuri Hatiku dan Berkorban Demi Cinta.
Melibatkan Generasi Penerus Nasyid
Tidak hanya merayakan perjalanan Hijjaz, konser ini
juga menjadi ruang untuk memperlihatkan kontribusi mereka dalam melahirkan dan
membina generasi penerus musik nasyid.
Sejumlah grup yang pernah berada di bawah naungan
pengurusan HRSB (Hijjaz Record Sendirian Berhad) turut tampil diatas panggung
yang sama, di antaranya In-Team,UNIC,Aeman, Mestica.
Masing-masing membawakan lagu nasyid andalan seperti
Kasih Kekasih,Ainul Mardhiah, Buatmu Ibu,Puteriku Sayang.
Panggung semakin menarik dengan kehadiran Hijjaz
Junior yang diperkuat anak-anak para personel Hijjaz melalui lagu nasyid Cahaya
Ilahi.
Rangkaian penampilan tersebut memperlihatkan bahwa
perjalanan Hijjaz tidak hanya berhenti pada eksistensi sebuah grup, tetapi juga
mencakup kontribusi terhadap perkembangan ekosistem musik nasyid Malaysia.
Lagu-lagu lainnya seperti Sifat Mahmudah, Mata Hati,
Kawan, Dunia Yang Sepi dan Sunnah Orang Berjuang (nasyid Sunnah Orang Berjuang
adalah nasyid evergreen dari zaman group nasyid Nadamurni) turut melengkapi
kemeriahan konser.
Dalam kesempatan tersebut, Faizal juga mengungkapkan
bahwa Hijjaz baru saja menerbitkan album terbaru setelah sekitar 15 tahun tidak
merilis album, dengan enam lagu di dalamnya.
“Kami baru sahaja terbitkan album baharu setelah 15
tahun tidak keluarkan album yang memuatkan enam buah lagu,” ungkap Faizal.
Konser yang berlangsung hampir tiga jam itu kemudian
ditutup dengan lagu Lukisan Alam dan Terima Kasih Segalanya sebelum Hijjaz
menghadiahkan lagu legendaris Sumayyah sebagai penutup persembahan.
Tiga Dekade, Dua Negara, Satu Kecintaan terhadap
Nasyid
Bagi saya, perjalanan tiga dekade Hijjaz merupakan
bagian dari sejarah panjang hubungan musik nasyid/musik religi Indonesia dan
Malaysia.
Sebelum dunia digital berkembang seperti sekarang,
karya-karya Hijjaz telah lebih dahulu menyeberangi batas negara melalui kaset,
VCD, televisi dan panggung pertunjukan.
Lagu-lagu mereka dikenal, dinyanyikan dan diapresiasi
oleh masyarakat Indonesia.Konser Hijjaz di Bandung dan Jakarta ketika dulu menjadi saksi bahwa musik nasyid Malaysia
pernah memiliki basis penggemar yang sangat kuat di Tanah Air Republik
Indonesia.
Kini,setelah tiga dekade berkarya, Hijjaz kembali
membuktikan bahwa musik yang membawa pesan kebaikan, nilai kemanusiaan dan
kerohanian tidak mudah kehilangan tempat di hati pendengarnya.
Bagi saya pribadi, Hijjaz bukan sekadar kumpulan
nasyid dari Malaysia. Mereka adalah bagian dari perjalanan panjang kecintaan
saya terhadap musik nasyid, sebuah perjalanan yang dimulai sejak era kaset dan
terus berlanjut hingga era musik digital hari ini.
Selamat berkah sukses untuk konser tiga dekade Hijjaz,Barakallahu Fikum. Semoga terus
berkarya, menyebarkan pesan kebaikan dan mempererat ukhuwah melalui musik
nasyid di Indonesia Malaysia dan berbagai belahan dunia. #SudahSunnahOrangBerjuang
#MengembaraDanBerkelana
#MiskinDanPapahJadiTradisi
#MerenggangDenganAnakDanIstri
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back