Loading

Kawah Candradimuka Staf Promotor Industri Musik


Penulis: Syah Ma'mur/Editor: Dadan Supardan
4 Bulan lalu, Dibaca : 2127 kali


Dari kiri-kanan Ustaz Che Am RAIHAN, Rendra Pitna, Amran Ibrahim RAIHAN, dan Abu Bakar RAIHAN

Venusa Production Indonesia (Manajement RAIHAN Indonesia): Hp & WA +62818642205. Email: [email protected]

 BANDUNG, Medikomonline – Pekerja seni di balik layar (art worker behind the scenes) untuk kesuksesan show besar artis-artis International sangat menarik diikuti. Oleh karena itu, sangat beruntung saat diberi kesempatan bertandang ke kantor Haji Rendra Pitna di kawasan ruko Arcamanik Bandung baru-baru ini.

Haji Rendra Pitna adalah seorang pekerja seni di balik layar show konser artis-artis international. Kang Rendra, sapaan akrab Haji Rendra Pitna memulai karier sebagai staf promotor musik dari tahun 1996. Pada masa itu, Kang Rendra bergabung dengan salah satu pioner awal Promotor Musik International di Indonesia pimpinan Piter Basuki. Piter Basuki dan bisnis promotor musiknya adalah promotor musik yang pernah medatangkan group Band International Rolling Stones konser di Indonesia pada 1974.

Pembaca Medikom, seabreg pengalaman Kang Rendra menghandle artis-artis musik internasional baik itu band International maupun solois penyanyi international akan saya list-kan. Di antaranya Diana Ross, Level  42, Michael Learns To Rock (MLTR), Lionel Richie, IL Divo, Andrea Bocelli, dan musisi-musisi Jazz International.

Kang Rendra menyampaikan, yang paling spektakuler dan sangat berkesan ketika ia dua kali menghandle show konser mega bintang Band Scorpion.

Mendatangkan super star dan mega star yang menyandang nama besar sebagai bintang International seperti band Scorpion adalah ujian, tantangan special hebat dalam catatan kariernya sebagai pekerja seni di balik layar.

Terbukti show konser Band Scorpion tiketnya sold out bersamaan juga menggemparkan pemberitaan media tv Indonesia, radio radio Indonesia, media cetak, media portal Indonesia & menjadi buah bibir para fans musik Indonesia pada masa itu.

“Saya menghaturkan terima kasih banyak kepada owner Buena Production Pak Piter Basuki yang sudah memberikan kepercayaan, pembelajaran, peluang, pengalaman luar biasa selama bekerja di Buena Production,” tuturnya.

Roda-roda perjalanan waktu pun membawa Kang Rendra untuk pulang kampung ke Bandung pada awal 2001. Di waktu yang bersamaan, Kang Rendra mendapat tawaran pekerjaan dari rekannya untuk mengisi posisi devisi marketing manager venue di Big Hall Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) ITB.

Dengan basic pengalaman bejibun seabreg sebagai staf lapangan promotor musik dan pengalaman pekerjaan sebagai staf hotel, Kang Rendra sukses mengelola Big Hall Sabuga dengan berbagai event music dan event exibition.

Dalam satu kesempatan yang menjadi awal triger sejarah perjalan karier di industri promotor musik Indonesia, Kang Rendra dalam berhijrah mendapat penawaran kerjaan event untuk menghandle group Islami dari Malaysia dengan genre musik yang sangat asing di telinganya.

Group Raihan dengan genre musik nasyid inilah yang menjadi Asbab Hidayah (jalan hidayah) Kang Rendra masuk ke ranah industri promotor even Islami dengan genre musik nasyid yang pada saat itu masih asing di telinga fans musik Indonesia.

Konser Zikir dan Syukur di Big Hall Sabuga dengan penceramah Top Indonesia KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym), Bintang Tamu Utama Raihan Malaysia dan pemandu event Host Top Indonesia Agus Idwar Jumhadi (AIJ) adalah konser Islami pertama yang dihandle Kang Rendra. Konser ini sold out tiket dan sukses gemilang dengan jumlah penonton kurang lebih 9.000 orang. Yang membuat Kang Rendra terkesan dengan konser ini, alas kaki ribuan penonton tersusun rapi.

Karena mebludaknya penonton, dibuatlah 2 sesi konser. Yang semakin Kang Rendra terkesima, para penonton dengan tertib disiplin teratur dipisah antara penonton laki-laki dan penonton perempuan. Setelah konser, tidak ada satu pun sampah yang tertinggal. Satu prestasi yang luar biasa untuk satu genre musik baru, artis baru dalam sejarah konser musik Indonesia.

Selepas kesuksesan event konser tadi, Kang Rendra mendapat tawaran yang sama dari penyelenggara yang sama yaitu Bang Haji Yusuf Effendi untuk membuat konser dengan artis yang sama yaitu Raihan. Konser berpindah dari  kota-kota di Indonesia dengan bintang utama Raihan mengambil lokasi konser di Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya dan Makassar.

Satu kejadian unik dialami Kang Rendra ketika pertama kali menjemput Raihan di Bandara Sukarno-Hatta Cengkareng Tangerang. Kang Rendra salah menjemput orang karena ia belum mengenal Raihan sama sekali pada masa itu. Karena ia bejibun pengalaman dengan Buena Prodcution dalam urusan kerja menjemput artis-artis international langsung di tangga pesawat, mudah bagi Kang Rendra untuk bisa running dari gate terminal pesawat menuju gate terminal pesawat yang lain untuk menjemput Raihan.

Raihan pun sangat terkejut dijemput langsung oleh Kang Rendra di tangga pesawat, karena hal ini pengalaman pertama Raihan langsung dijemput di pintu tangga pesawat oleh staf utama promotor musik. Yang membuat Kang Rendra angkat topi dengan Raihan yaitu sifat humble yang sangat jarang ada pada artis-artis super star dan living legend di zaman itu.

“Humble, musisi yang berilmu, super star yang sangat sopan, santun dengan gelar living legend itulah Raihan,” ujar Kang Rendra.

Kang Rendra dengan tulus ikhlas tanpa ada tendensi membesar-besarkan artisnya yaitu Raihan yang sudah show dan konser di 128 negara di 5 benua. 16 tahun sudah Kang Rendra bersama Venusa Production sebagai promotor resmi Raihan di Indonesia. Pengalaman serta keajaiban dari nasyid dan shalawat yang dinyanyikan Raihan menjadi catatan tinta emas sejarah Kang Rendra. Di antaranya kisah nyata para fans Raihan di Indonesia yang tertib dalam konser Raihan dan tertib meminta tanda tangan + berfoto bersama Raihan. Fans Raihan Indonesia juga tidak membuang sampah selama konser Raihan berlangsung.

Selain itu, Almarhum Zairie Ahmad yang selalu menjaga wudhu dan shalat hajat setiap menulis lirik lagu-lagu Raihan (adab ini sangat jarang ditemui di group band yang menciptakan lagu religi dan menyanyikan lagu religi yang hanya sebagai konsumsi publik dan industri musik), satu keluarga di Sarawak Malaysia menjadi muslim karena mendengarkan nasyid Cing Ai Ching Ai, shalawat Burdah Versi Raihan yang menjadi jalan hidayah para napi penjara di Kota Pretoria Afrika Selatan, undangan show dari emir (pemimpin negara) Dubai dan Kuwait dengan pelayanan 24 super mewah di suite hotel untuk Raihan, manajement Raihan dan crew Raihan, konser vvip Raihan di Burj Khalifah Dubai, 2 kali live show di tv Dubai, show panggung super mewah di Kota Sarjah Dubai dan show luxury di Kuwait City.

Closing statment interview dengan Kang Rendra, ia mengutip lirik lagu Raihan berjudul Iman Mutiara bahwa Iman itu tidak bisa diwarisi oleh seorang ayah yang bertakwa kepada anak-anaknya. Iman tidak ada di tepi pantai, walau mendaki gunung yang tinggi tidak akan ditemui, jika tidak kembali pada ALLAH. ***

Tag : No Tag

Berita Terkait