Loading

ARM Desak Kejagung Periksa Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung


Penulis: IthinK
9 Bulan lalu, Dibaca : 797 kali


Ketua Umum Aliansi Rakyat Menggugat Furqon Mujahid.

BANDUNG, Medikomonline.com – Aliansi Rakyat Menggugat mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memeriksa Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung Tahun Anggaran 2023.

Ketua Umum Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid menjelaskan, Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat ini diduga berpotensi merugikan keuangan Negara.

“Potensi kerugian Negara ini diindikasikan dengan kualitas pekerjaan hotmix yang rendah sehingga cepat mengalami kerusakan baik retakan atau pun aspal yang berlubang. Kualitas pekerjaan hotmix Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung ini diduga tidak sesuai dengan tujuan pengadaan barang/jasa pemerintah,” ungkap Mujahid kepada Medikomonline, Kamis (07/09/2023).

Dijelaskan Mujahid, Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah berperan penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk peningkatan pelayanan publik, dan pengembangan perekonomian nasional dan daerah.  “Oleh karena itu, Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah harus menghasilkan barang/jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu, biaya, lokasi dan penyedia dengan menerapkan prinsip-prinsip efisien; efektif; transparan; terbuka; bersaing; adil dan akuntabel,” tegas aktivis antikorupsi ini.

Berdasarkan pengamatan Tim Redaksi Medikom di lokasi Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung pada tanggal 10 Agustus 2023 lalu, ditemukan banyak aspal jalan yang retak dan berlubang serta banyak bekas tambal sulam aspal. (Foto: Medikom)

Berdasarkan hal di atas, ungkap Mujahid, ARM meminta Kejagung segera memeriksa Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono selaku pengguna anggaran, dan juga Kuasa Pengguna Anggaran serta Pejabat Pembuat Komitmen Paket  Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung ini.

“Kejagung harus segera mengungkap potensi kerugian keuangan Negara dalam Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung yang telah banyak rusak sebelum dilakukan serah terima awal pekerjaan,” tegas Mujahid.    

“Aspal telah banyak retak dan berlubang, padahal Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung belum juga PHO. Selain itu, banyak juga ditemukan bekas tambal aspal sebagai bukti kerusakan dini pekerjaan hotmix tersebut,” kata Mujahid.


Berdasarkan pengamatan Tim Redaksi Medikom di lokasi Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung pada tanggal 10 Agustus 2023 lalu, ditemukan banyak aspal jalan yang retak dan berlubang serta banyak bekas tambal sulam aspal. (Foto: Medikom)

Mujahid mengatakan, kerusakan dini hotmix pada Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung ini harus diungkap faktor penyebabnya. “Penyedia jasa harus diperiksa oleh Kejagung agar jelas faktor penyebab kerusakan hotmix ini. Apakah dari faktor Asphalt Mixing Plant (AMP) atau faktor pengaplikasian hotmix  di lapangan, atau faktor lain?” tanya Mujahid.

Selain itu ungkap Mujahid, pihak Kejagung juga perlu memeriksa apakah kadar aspal sesuai Job Mix Formula (JMF) dalam Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung tersebut.   

Berdasarkan pengamatan Tim Redaksi Medikom di lokasi Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung pada tanggal 10 Agustus 2023 lalu, ditemukan banyak aspal jalan yang retak dan berlubang serta banyak bekas tambal sulam aspal. (Foto: Medikom)

Sementara berdasarkan pengamatan Tim Redaksi Medikom di lokasi Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung pada tanggal 10 Agustus 2023 lalu, ditemukan banyak aspal jalan yang retak dan berlubang serta banyak bekas tambal sulam aspal/patching. Kerusakan aspal ini terjadi sebelum PHO (Serah Terima Awal) pekerjaan.

Selain itu, bahu jalan juga tidak tampak ada pemeliharaan. Banyak rumput liar yang tumbuh sepanjang bahu jalan.

Permasalahan kerusakan Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung ini telah dikonfirmasikan oleh Medikom kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono sejak tanggal 11 Agustus 2023.

Namun sampai saat ini tidak ada tanggapan atau pun penjelasan dari Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono.

Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bumi Perkemahan Kiara Payung dilaksanakan dengan Metode Pemilihan E-Purchasing dan nilai pagu Rp.3.224.978.000,-. (IthinK)

Tag : No Tag

Berita Terkait