Loading

DPRD Jabar Soroti Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas – Jatigede Cepat Rusak


Penulis: IthinK
5 Hari lalu, Dibaca : 80 kali


Ada beberapa titik bahu jalan Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas – Jatigede yang amblas, tetapi tidak diperbaiki oleh kontraktor PT. Jati Gede Indah. (Foto: Ist)

SUMEDANG, Medikomonline.com – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyoroti Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas – Jatigede yang cepat mengalami kerusakan. Kerusakan ini ditandai dengan banyaknya tambal sulam aspal di jalan tersebut.

Selain kerusakan aspal jalan, ada beberapa titik bahu jalan yang amblas dalam Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas – Jatigede, tetapi tidak diperbaiki oleh kontraktor PT. Jati Gede Indah. Bahu jalan yang amblas ini sangat berpotensi mengakibatkan badan jalan ikut amblas.

Aspal hotmix Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan. (Foto: Ist)

Daddy menegaskan, Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas – Jatigede yang dilaksanakan kontraktor PT. Jati Gede Indah dengan nilai kontrak  Rp. 32.320.672.658,26, seharusnya dapat mendukung peningkatan kemantapan jalan provinsi di Jawa Barat.

Menurut Daddy, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dikenal dengan sapaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan perhatian yang besar sekali untuk perbaikan infrastruktur di Jawa Barat.


Aspal hotmix Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan. (Foto: Ist)

Dikatakan Daddy yang dikenal sebagai tokoh politik Partai Gerindra Jawa Barat ini, KDM menggeser APBD Rp5,1 triliun untuk perbaikan infrastruktur. Bukan hanya untuk jalan, banyak juga untuk  misalnya, perbaikan jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Khusus untuk perbaikan jalan memang dari Rp 700 miliar menjadi Rp 2,4 triliun. Itu angka yang amat sangat besar. Tentu kita semua berharap ada perbaikan signifikan atas jalan-jalan, setidaknya, yang berstatus milik Pemprov Jabar anu total panjangnya 2.360 km itu,” ungkap Daddy, legislator dari Daerah Pemilihan Kabupaten Indramayu, Kabupaten  Cirebon dan Kota Cirebon.


Aspal hotmix Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan. (Foto: Ist)

“Kita ingin angka kemantapan jalan terus meningkat seiring naiknya anggaran yang diberikan. Dengan demikian moto Dinas BMPR tidak hanya sebatas moto belaka,” tegasnya.

"Jalan mantap ekonomi lancar" harus benar-benar duwujudkan. Dengan demikian, IPM Jabar akan naik, NTP melejit, persentase penduduk miskin makin kecil, rata-rata lama sekolah akan meningkat, angka harapan hidup naik. 


Aspal hotmix Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan. (Foto: Ist)

Orang pasti menunggu Jabar Istimewa yang jadi visi Gubernur KDM. “Jadi, saya berharap semua pihak memperbaiki setiap langkah atau peran sesuai posisi masing-masing. Jika itu terjadi, Jabar Istimewa akan lebih cepat terwujud. Dengan demikian Indonesia Emas tak perlu menunggu 2045,” papar Daddy.

ARM Menduga Aspal Hotmix Kurang Berkualitas

Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) memuji kebijakan infrastruktur jalan yang dilaksanakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membangun konektivitas  jalan guna menunjang kelancaran  ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Namun dalam prakteknya di lapangan, ARM menduga kualitas jalan yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat mengalami berbagai masalah. “Salah satunya, kerusakan dini aspal Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas – Jatigede yang dilaksanakan kontraktor PT. Jati Gede Indah,” kata Ketua Umum ARM Furqon Mujahid dalam keterangan pers kepada awak media, Selasa (27/01/2026).


Aspal hotmix Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan. (Foto: Ist)

Mujahid menjelaskan, ARM menemukan indikasi penyimpangan yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara dalam Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede tahun anggaran 2025 yang dilaksanakan kontraktor PT. Jati Gede Indah dengan nilai kontrak  Rp. 32.320.672.658,26.

“Indikasi penyimpangan ini diketahui berdasarkan investigasi lapangan TIM ARM pada bulan Januari 2026,” ungkap Mujahid yang dikenal sebagai tokoh anti korupsi ini. 


Aspal hotmix Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan. (Foto: Ist)

Dari hasil investigasi lapangan ini, ungkap Mujahid, ARM menduga kurangnya kualitas aspal hotmix dalam Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede diduga menjadi penyebab terjadinya aspal jalan yang cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan di lokasi proyek.

“Aspal hotmix yang cepat rusak dalam Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede jelas mengurangi kemantapan jalan sehingga sangat berpotensi merugikan keuangan negara sehingga perlu dilakukan pemeriksaan atau penyelidikan oleh lembaga penegak hukum,” tegas Mujahid.


Aspal hotmix Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas - Jatigede cepat rusak sehingga banyak sekali bekas tambal sulam aspal jalan. (Foto: Ist)

Selain itu, katanya, ARM juga menemukan ada beberapa titik bahu jalan yang amblas, tetapi tidak diperbaiki oleh kontraktor PT. Jati Gede Indah. Bahu jalan yang amblas ini sangat berpotensi mengakibatkan badan jalan ikut amblas.

Terkait temuan Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tolengas – Jatigede, sampai saat ini Medikomonline.com belum mendapatkan keterangan dari pihak Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. (IthinK)

Tag : No Tag

Berita Terkait