Penulis: Fawwazah Ulya Hanifah
6 Jam lalu, Dibaca : 28 kali
Oleh Fawwazah Ulya Hanifah, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
BANDUNG — Bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan
Gedebage, keberadaan akses jalan yang mudah dan aman merupakan kebutuhan
penting. Jembatan yang menghubungkan kawasan Summarecon Bandung dengan Jalan
Cimincrang menjadi salah satu jalur alternatif menuju Masjid Raya Al-Jabbar dan
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Perubahan jembatan yang kini
menggunakan konstruksi besi menjadi perkembangan yang patut diperhatikan.
Namun, apakah perubahan tersebut sudah cukup untuk memastikan keselamatan setiap
orang yang melintas?
Saya beberapa kali melewati jembatan ini ketika
berkunjung ke Summarecon Bandung. Dari pengalaman tersebut, saya merasakan
bahwa keberadaannya sangat membantu perjalanan, terutama bagi pengguna jalan
yang ingin menuju kawasan Al-Jabbar dan GBLA tanpa harus mengambil jalur yang
lebih jauh. Bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Gedebage, akses
seperti ini tentu memiliki arti penting karena dapat mempermudah mobilitas
sehari-hari.
Namun, kemudahan akses seharusnya tidak membuat kita
melupakan persoalan keselamatan. Sebagai pengguna jalan, saya percaya bahwa
jembatan yang baik bukan hanya jembatan yang dapat dilalui kendaraan, melainkan
juga jembatan yang kondisinya terawat dan kelayakannya dapat dipastikan.
Sebelumnya, jembatan ini sempat mengalami kerusakan
pada sejumlah papan kayunya. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa
infrastruktur yang digunakan masyarakat secara rutin membutuhkan perhatian
berkelanjutan. Kini, dengan perubahan konstruksi menjadi besi berdasarkan
informasi terbaru yang saya terima, ada harapan bahwa akses tersebut dapat
menjadi lebih baik. Meski demikian, perubahan material saja tidak cukup untuk
membuktikan bahwa seluruh bagian jembatan telah memenuhi persyaratan
keselamatan.
Menurut saya, pemerintah dan pihak terkait perlu
memastikan bahwa konstruksi jembatan telah melalui pemeriksaan teknis yang
memadai. Kondisi lantai, sambungan, struktur penyangga, serta kemampuan
jembatan menahan beban kendaraan perlu diperiksa oleh pihak yang berwenang.
Langkah ini penting agar masyarakat tidak hanya melihat perubahan secara fisik,
tetapi juga mendapatkan kepastian mengenai kelayakan jembatan tersebut.
Perhatian ini semakin penting karena kawasan Gedebage
memiliki sejumlah tujuan aktivitas masyarakat, mulai dari pusat perbelanjaan
hingga tempat ibadah dan stadion. Ketika mobilitas meningkat, kebutuhan
terhadap akses yang aman juga semakin besar. Jembatan yang tidak terawat atau
tidak disertai informasi yang jelas mengenai penggunaannya dapat menimbulkan
kekhawatiran bagi masyarakat.
Saya berharap perubahan jembatan menjadi konstruksi
besi tidak berhenti sebagai pembaruan bentuk fisik semata. Pemerintah perlu
menjadikan pemeliharaan berkala sebagai bagian penting dari pengelolaan
infrastruktur. Jika ditemukan bagian yang membutuhkan perbaikan, penanganan
sebaiknya segera dilakukan sebelum kondisinya berkembang menjadi persoalan yang
lebih besar.
Selain itu, masyarakat berhak mendapatkan informasi
yang jelas mengenai kondisi dan kelayakan jembatan. Keterbukaan informasi dapat
membantu pengguna jalan memahami situasi di lapangan, terutama apabila terdapat
pembatasan kendaraan atau pekerjaan pemeliharaan. Dengan demikian, keselamatan
tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola infrastruktur, tetapi juga
didukung oleh kesadaran pengguna jalan.
Bagi saya, persoalan ini bukan tentang mencari
kesalahan pihak tertentu. Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa
infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat benar-benar dikelola dengan baik.
Jangan sampai perhatian terhadap keselamatan baru meningkat setelah kerusakan
kembali terjadi atau muncul insiden yang merugikan pengguna jalan.
Karena itu, saya mengajak pemerintah dan pihak terkait
untuk tidak hanya membangun atau memperbarui jembatan, tetapi juga memastikan
kelayakannya melalui pemeriksaan dan pemeliharaan yang konsisten. Masyarakat
membutuhkan akses yang bukan hanya mempersingkat perjalanan, melainkan juga
memberikan rasa aman.
Pada akhirnya, jembatan bukan sekadar penghubung dua
ruas jalan. Di baliknya, ada aktivitas masyarakat, perjalanan menuju tempat
kerja, kunjungan ke tempat ibadah, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Perubahan menjadi konstruksi besi patut disambut baik, tetapi keselamatan
pengguna harus tetap menjadi ukuran utama keberhasilannya.
Jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan untuk
menyadari pentingnya sebuah jembatan yang aman. Pastikan kelayakannya hari ini,
rawat secara berkala, dan prioritaskan keselamatan masyarakat dalam setiap
keputusan.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back