Loading

Program Dialog Malam Pawang Ronda: Wali Kota Cimahi Serap Aspirasi Warga


Reporter: Ganda TB
10 Jam lalu, Dibaca : 56 kali


Dialog Malam Pawang Ronda

CIMAHI, Medikomonline Rangkaian agenda sambung rasa antara pemerintah dan masyarakat kembali dihelat di Kota Cimahi. Melalui program Pak Wali Kota Ngawangkong Bari Ngaronda (PAWANG RONDA), jajaran eksekutif yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambangi warga di RT 09 RW 05, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, pada Rabu malam (9/9/2026).

Kehadiran ratusan warga menyambut kedatangan rombongan pejabat daerah yang datang untuk mendengar secara langsung berbagai unek-unek serta persoalan riil di tingkat basis.

Dalam sambutan pembukaannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan manifestasi kepedulian konkret pemerintah terhadap dinamika kehidupan masyarakat akar rumput.

Titik krusial yang mendominasi perbincangan malam itu adalah kepastian nasib Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun Anggaran 2027 di tengah terjangan efisiensi anggaran daerah.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Ngatiyana menegaskan komitmennya dengan menyampaikan,

“Untuk PPM 2027, kami akan berusaha maksimal untuk merealisasikannya, tapi kami tidak mau mengumbar janji manis. Saat ini dana TKD (Transfer ke Daerah) memang berkurang, tapi PPM masih tetap berjalan. Mengapa masih bisa berjalan? Karena kami melakukan efisiensi dan pengurangan dari program lain, contohnya pemangkasan anggaran makanan-minuman (mamin) dan alat tulis kantor (ATK) di pemerintahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihak pemda meminta pengertian masyarakat perihal pembangunan fisik lingkungan yang belum rampung seutuhnya. Prioritas pembangunan kini diarahkan pada pemenuhan hak dasar publik meliputi sektor kesehatan, pendidikan, serta fasilitas penunjang vital.

Sektor kesehatan telah diperkuat lewat pembangunan Puskesmas Melong Tengah serta fasilitas Unit Pengelola Darah di RSUD Cibabat, sementara sektor pendidikan digenjot melalui pembangunan SMPN 14 yang sedang berjalan dan disusul SMPN 15 tahun depan guna mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Suasana semakin interaktif ketika warga mulai menyampaikan aduan spesifik, seperti minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU), polemik sistem zonasi penerimaan siswa baru, kebutuhan perbaikan drainase berskala besar, hingga mendesaknya renovasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) RSUD Cibabat.

Keberadaan JPO ini dinilai sangat vital demi keselamatan pejalan kaki, khususnya anak-anak sekolah dan warga lanjut usia yang harus menyeberangi kawasan Jalan Jenderal Amir Machmud yang berarus lalu lintas sangat padat.

Menanggapi keluhan-keluhan warga, Ngatiyana memberikan sejumlah solusi taktis. Pengadaan PJU dipastikan segera dieksekusi melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Cimahi.

Namun, untuk perbaikan JPO dan drainase di ruas Jalan Jenderal Amir Machmud, Pemkot harus menempuh jalur koordinasi intensif dengan pemerintah pusat mengingat status jalan tersebut sebagai jalan nasional, yang juga bertujuan mencegah potensi banjir.

Mengenai aturan zonasi sekolah, Wali Kota menegaskan bahwa sistem tersebut merupakan ketentuan mutlak dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Meski daya tampung SMP negeri di Cimahi baru mencakup 5.000 anak dari 7.000 lulusan SD, pemerintah menjamin tidak ada anak yang putus sekolah serta menyiapkan solusi bantuan finansial bagi siswa yang masuk sekolah swasta.

Malam kebersamaan tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi Forkopimda Kota Cimahi, yakni Sekretaris Daerah Maria Fitriana, Ketua DPRD Wahyu Widyatmoko, Kapolres AKBP Moch. Faruk Rozi, Kajari Neneng Rahmadini, serta Danramil Cimahi Tengah Mayor (Arh) Asep Komarudin yang mewakili Dandim 0609/Cimahi.

Tag : No Tag

Berita Terkait