edie ns
16 Hari lalu, Dibaca : 118 kali
SOREANG, Medikom - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kab. Bandung tidak tanggap terhadap konfirmasi Media. Hal ini dibuktikan dengan tidak ditanggapinya konfirmasi tertulis dari Koran Medikom dan Medikomonline.com yang ditujukan kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada Agustus lalu.
Menurut penerima surat di
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bahwa Surat Konfirmasi tertulis Medikom
tersebut sudah didisposisikan kepada Kabid SMP yakni Yususf Salim, namun entah
kenapa Yususf Salim tidak menanggapi Surat Konfirmasi dari Media tersebut.
Padahal Surat Konfirmasi
Tertulis Medikom tersebut hanya menanyakan seputar pelaksanaan pembanguan sekolah
yang didanai dari APBD Kabupaten Bandung tahun 2025. Adapun contoh pembangunan
sekolah yang dikemukakan Medikom adalah Pembangunan di SMP
Negeri 5 Rancaekek, yang beralamat di Jl.
Rancakihiang No.12 Bojongloa, Kecamatan Rancaekek,Kabupaten Bandung, sebagaiman
telah diberitakan koran ini pada edisi sebelumnya, pada Edisi 842.
Sekolah ini pada Tahun Anggaran
2025 mendapat
alokasi Anggaran Untuk pembangunan
Ruang Kelas Baru (RKB) dengan pagu sebesar Rp 321.408.000,00 metode pemilihan
penyedia dengan cara E-Purchasing, Jadwal Pemilihan Penyedia mulai bulan Maret
2025.
Paket-paket pekerjaan konstruksi
yang sumber dananya dari APBD tersebut, dalam pelaksanaannya tidak diserahkan
kepada pihak sekolah atau memberdayakan sapras sekolah dengan pekerjaan
Swakelola, tapi Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, lebih memilih menyerahkannya ke pihak
penyedia melalui Tender, E-Purchasing dan
Pengadaan Langsung
Sekolah ini juga mendapat
alokasi Pembangunan Ruang Guru SMPN 5 Rancaekek, dengan pagu anggaran
Rp321.408.000,00 metode pemilihan penyedia melalui cara e-purchasing dan
Pembangunan Sarana Air Bersih Dan Sanitasi SMPN 5 Rancaekek dengan pagu
anggaran sebesar Rp144.000.000,00 metode pemilihan penyedia dengan Penunjukan
Langsung
Pada Pembangunan Sarana Air
Bersih Dan Sanitasi, pekerjaan ini masih meninggalkan ‘PR’ bagi pihak sekolah,
karena sampai saat ini pihak sekolah belum bisa menggunakan Jamban yang baru
dibangun tersebut. Menurut Samsul Bahri Bagian Sapras di SMP
Negeri 5 Rancaekek, Kamis (11/9)
mengatakan kepada Medikom dan online, pihak penyedia tidak bersedia
menyambungkan pipa air dari mesin air ke jamban. Padahal didalam spesifikasi pekerjaan disebutkan bahwa
pekerjaan tersebut mencakup Membangun dan Memasang Sarana Air Bersih dan
Sanitasi. Jadi tidak ada alasan bagi
penyedia tidak menyambungkan pipa air untuk jamban yang baru dibangun. Meski
Menurut Samsul Bahri, Pihak pelaksana dilapangan hanya mendapat Rp60 juta untuk
mengerjakan proyek Jamban tersebut.
Keanehan lain yakni pada
pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang baru selesai dibangun ini jika
dibandingkan dengan Pembangunan Ruang Guru yang hasinya kok beda, gedung Ruang Guru
kelihatan lebih tinggi, padahal volume pekerjaan dan pagu anggaran sama-sama Rp321.408.000.
Tembok pada Pembangunan Ruang Guru pun sudah retak-retak padahal baru selesai
dibangun beberapa bulan lalu.
Ketiga kegiatan yang
dilaksanakan di SMPN 5 Rancaekek, Medikom tidak melihat adanya papan proyek yang dipasang oleh pelaksana
kegiatan, sebagai bentuk transparansi penggunaan uang rakyat, Perusahaan
pelaksana pembangunan di SMPN 5 Rancaekek ini juga sebagai pelaksan pembangunan
Ruang Kelas Baru SMPN 3 Rancaekek dengan pagu Rp321.408.000.dengan metoda
pemilihan dengan cara E-Purchasing. SMPN 3 Rancaekek juga mendapat Pekerjaan Paving
Block dengan Pagu Rp84.280.800 dan sudah
dikerjakan.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back