Reporter: DH
4 Jam lalu, Dibaca : 29 kali
Senin malam, 20 Juli 2026, pusat Kota Purwakarta berubah menjadi satu panggung kebanggaan yang menyatukan hati ribuan warga. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Pertigaan BTN tampak hidup dengan cahaya, warna, dan semangat pelestarian warisan leluhur, saat Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan Festival Budaya bertema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa".
Kegiatan ini
menjadi puncak dari serangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195
sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 tahun 2026.
Kehadiran pimpinan
daerah menegaskan dukungan penuh terhadap kelestarian budaya. Tampak hadir
memeriahkan acara Pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta beserta seluruh jajaran
pimpinan, anggota, dan kesekretariatan, yang berbaur harmonis bersama jajaran
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta unsur pemimpin lainnya.
Rangkaian
arak-arakan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, berangkat dari pertigaan Patung
Egrang di Kelurahan Nagri Kaler, berjalan beriringan menyusuri jalan utama
kota, hingga berakhir di pertigaan Patung Kuda kawasan BTN Purwakarta,
Kelurahan Nagri Tengah.
Sepanjang rute
yang dilalui, ribuan warga dari berbagai penjuru desa dan kelurahan telah
berdiri dengan tertib, menanti dan menyambut iringan budaya dengan penuh
sukacita.
Di barisan paling
depan tampak Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang menaiki Kereta
Kencana. Pilihan ini bukan sekadar kemegahan semata, melainkan simbol mendalam:
bahwa kepemimpinan di Purwakarta senantiasa berpijak pada penghormatan tinggi
terhadap nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan
turun-temurun.
Menyusul di
belakangnya, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami bersama jajaran
Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta tamu kehormatan lainnya menunggangi kuda,
berjalan beriringan memimpin gelaran ini.
Di sekeliling
iringan utama, tampak keindahan yang beragam: mulai dari pasukan kuda yang
berbaris rapi, utusan kesenian dari berbagai kabupaten dan provinsi yang hadir
berbagi kekayaan tradisi, hingga penampilan terbaik dari kesenian se-Kecamatan
se-Kabupaten Purwakarta.
Berbagai komunitas
seni, sanggar budaya, pelajar, serta elemen masyarakat lainnya turut tampil
dengan bangga, menampilkan kekayaan tradisi yang mencerminkan identitas asli
Purwakarta. Gerak tarian, alunan musik, dan pakaian adat yang beragam menjadi
bukti bahwa Purwakarta adalah rumah bagi keberagaman yang menyatu dalam rasa
persaudaraan.
Dalam kesempatan
ini, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami menyampaikan pandangan yang
mendalam mengenai makna terselenggaranya festival ini.
"Festival
Budaya Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan seremonial yang berlalu
begitu saja. Ini adalah momen berharga untuk kita buka seluas-luasnya,
memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi yang menjadi milik
kita bersama, baik kepada masyarakat sendiri maupun para tamu yang hadir dari
berbagai daerah," kata Teh Puji, begitu Ketua Dewan itu kerap disapa.
Ia juga
mengungkapkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan
aman, tertib, dan lancar, serta meninggalkan kesan yang baik dan kenangan yang
manis di hati setiap orang yang menyaksikannya.
Lebih jauh, Teh
Puji, menegaskan bahwa keberhasilan malam ini tidak datang dari satu pihak
saja. "Ini adalah hasil kerja sama yang indah. Antara pemerintah daerah,
jajaran keamanan, panitia pelaksana, para seniman, komunitas budaya, dan
seluruh masyarakat yang bahu-membahu menjaga ketertiban serta menjaga semangat
gotong royong selama kegiatan berlangsung," jelasnya.
Harapan besar pun
disampaikan agar semangat "Ajeg Budaya" ini tidak hanya terasa di
malam perayaan saja, melainkan terus hidup dan tumbuh di setiap langkah
kehidupan warga Purwakarta.
Diharapkan,
festival ini mampu semakin memperkokoh jati diri daerah, menumbuhkan rasa
bangga yang mendalam terhadap budaya sendiri, sekaligus membuka peluang yang
lebih luas bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang bermanfaat
bagi kesejahteraan rakyat.
Pada akhirnya,
Festival Budaya ini menjadi bukti nyata dan komitmen teguh dari seluruh elemen
pemimpin dan masyarakat Purwakarta: bahwa melangkah menuju kemajuan tidak
berarti meninggalkan akar sejarah. Merawat dan mengembangkan warisan budaya
adalah tugas mulia yang harus kita teruskan, demi Purwakarta yang tetap
istimewa di mata dunia.

Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back